Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Vaksinasi Covid

Sulut Pakai Vaksin AztraZeneca, 400 Dosis Disiapkan Untuk Suntikan Perdana

Provinsi Sulawesi Utara sudah menerima pasokan Vaksin AztraZeneca. Rabu (24/3/2021), Satgas Covid 19 Provinsi Sulut sudah mulai melakukan Penyuntikan

Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Ryo Noor
Jubir Satgas Covid 19 Sulut, dr Steaven Dandel menunjukan vaksin AztraZeneca 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Provinsi Sulawesi Utara sudah menerima pasokan Vaksin AztraZeneca.

Rabu (24/3/2021), Satgas Covid 19 Provinsi Sulut sudah mulai melakukan Penyuntikan perdana vaksin tersebut

Penyuntikan perdana vaksin AztraZeneca dilakukan di Aula Yayasan Eben Heazer, Teling, Manado.

"Kami siapkan maksimal 400 dosis vaksin AztraZenaca untuk penyuntikan perdana ini," kata Merry Pasorong, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Sulut, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Uang Setinggi Setengah Meter Ini Jumlahnya Rp 661.340.121, Kejari Minut Selamatkan Uang Negara

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Pagi Pukul 07.50, Seorang Pelajar Tewas Terlindas, Korban Tergeletak di Jalan

Baca juga: Syahrini Gendong Bayi, Panjatkan Doa Semoga Tahun Depan Bisa Bertiga

Penyuntikan Vaksin kali ini masih tahap kedua, yakni menyasar pelayan publik dan pelaku pariwisata.

Sulut termasuk satu di antara provinsi yang mendapat pasokan vaksin AstraZeneca.

Adapun, kali ini yang mendapat suntikan vaksin yakni para guru dan pelaku usaha pariwisata.

Windy Makarawung, salah seorang guru mendapat suntikan vaksin Covid 19.

Baca juga: Polda Sulut Amankan Pelaku Curanmor, Kabid Humas: Pelaku Bawa Lari Kendaraan yang Tak Dikunci

Baca juga: Masih Ingat Luhut Pandjaitan? Dulu Miskin, Orang Dekat Jokowi Ini Kini Punya Harta Rp 665 Miliar

Baca juga: Jadwal Piala Menpora Rabu 24 Maret 2021, Persiraja Banda Aceh vs Persita Tangerang Pukul 15.15 WIB

Ia awalnya mengetahui vaksin yang akan digunakan Sinovac dari Cina. Belakangan setelah akan divaksin yang tersedia AztraZeneca dari Inggris.

Setelah mendapat informasi, ia pun memberanikan diri divaksin.

"Awalnya deg-degan seetelah divaksin tidak merasakan apa-apa, rasanya aman-aman saja," ujarnya.

Ia mengapresiasi pelayanan vaksin petugas, dari awal didata kemudian diskriminasi. Setelah lolos baru divaksin.

Baca juga: Masih Ingat Luhut Pandjaitan? Dulu Miskin, Orang Dekat Jokowi Ini Kini Punya Harta Rp 665 Miliar

Baca juga: Dolvin Karwur: Laporkan ke Dinas Kalau Ada Guru Honor yang Gajinya Belum Dibayarkan Pihak Sekolah

Baca juga: CPNS 2021, Cari 1,02 Juta Guru PPPK, Simak Ini Daftar Formasinya

Lanjut lagi observasi pascavaksin. Bahkan petugas menyiapkan spot foto mengabadikan momen vaksinasi. 

Adapun, vaksin AztraZeneca sempat dilanda kontroversi.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengumumkan bahwa vaksin AstraZeneca haram karena mengandung zat yang berasal babi.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved