Berita Bolsel
Polres Bolsel Incar Dugaan Penyelewengan Dana Pembangunan SPAM IKK Pinolosian
Kepolisian Resor (Polres) Bolmong Selatan (Bolsel) terus mendalami dugaan penyelewangan dana pembangunan
Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepolisian Resor (Polres) Bolmong Selatan (Bolsel) terus mendalami dugaan penyelewangan dana pembangunan yang berada di wilayah hukumnya.
Salah satu pembangunan yang menjadi incaran Polres Bolsel adalah
pembangunan Sistem Pengembangan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK), yang terletak di Kecamatan Pinolosian.
Baca juga: Pastori GPdI Eklesia di Bitung Terbakar, Hanya Tersisa Pakaian di Badan Gembala Jitro dan Keluarga
Baca juga: VIRAL Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Teras Puskesmas, Begini Penjelasan Dinas Kesehatan
Baca juga: Moeldoko Diperkenalkan Sebagai Ketum Terpilih Partai Demokrat di Webinar Amerika Bersatu
Menurut Kasat Reskrim Polres Bolsel AKP Sahroni Rasyid,
jika pihaknya masih terus mendalami dugaan penyelewengan dari pembangunan tersebut.
“Tim sudah turun lokasi untuk pengecekan pengerjaan proyeknya," ujar Sahroni ketika dihubungi Tribun Manado, Selasa (23/3/2021).
Baca juga: Jasa Raharja Sulut Dukung Penerapan ETLE, Pahlevi: Bisa Mengungkap Lakalantas Tabrak Lari
Baca juga: Gadis Cantik Alami Operasi Plastik Gagal, Berubah Jadi Anak Berusia 1 Tahun, Ini Pengakuan Sang Ibu
Baca juga: Golkar Bolsel Konsisten Dukung Kepemimpinan Christiany Eugenia Paruntu
Perwira tiga balok ini, menegaskan pihaknya sangat menseriusi kasus tersebut.
“Pastinya, kami bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan," tegas dia.
Mantan Kanit Reskrim Polsek Bolaang Uki ini, menjelaskan bahwa pembangunan SPAM IKI itu, dibandrol dengan pagu sebesar sekitar Rp 3,2 Miliar.
Baca juga: Masih Ingat Artis Cantik Uli Auliani? Menghilang dari Tanah Air, Kabarnya Kini Sukses di Luar Negeri
Baca juga: Masih Ingat Sari Labuna, Aktivis Wanita yang Arak Keranda Puan Maharani? Begini Nasibnya di Penjara
Baca juga: Seorang Desainer Ditemukan Meninggal, Kapolsek Ungkap Penyebabnya
“Dananya bersumber dari APBD tahun 2020 kemarin," urai dia.
Sementara itu, Kanit Tipikor Bripka Rekky Madoa mengaku jika hasil observasi terhadap pembangunan yang dibandrol sekitar Rp 3,2 Miliar dari APBD.
Terindikasi ada volume pekerjaan yang tidak sesuai.
Baca juga: Pedagang Pasar Tuminting Unjuk Rasa Menolak Pindah ke Buha
Baca juga: 79,4 Persen Lahan di Wilayah Kota Tomohon Belum Bersertifikat
Baca juga: Kecelakaan Hari Ini Selasa 23 Maret, Seorang Sopir Tewas, Mobil Pikap Sedang Parkir Ditabrak Truk
“Jadi, saat ini kami masih sementara mendalami," beber dia.
Ditambahkannya, hari ini pihaknya akan meminta dokumen pembangunan SPAM IKK tersebut kepada Dinas terkait.
“Kami akan menyurat kepada Dinas PUPR Bolsel,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pembangunan-spam-ikk-di-pinolosian.jpg)