Gantung Diri
Sebelum Tewas Gantung Diri, Korban Sempat Ajari Sang Anak Belajar Matematika
Nurhayati Digom (31), warga Dusun I, Desa Dumara, Kecamatan Dumoga Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), meninggal dunia
Penulis: Siti Nurjanah | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Nurhayati Digom (31), warga Dusun I, Desa Dumara, Kecamatan Dumoga Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), meninggal dunia gantung diri, Rabu (17/3/2021).
Menurut keterangan Jiji Tubuon (12) anak korban mengatakan, awalnya ibunya (korban)
menyuruhnya untuk belajar matematika, karena terlambat mengerti ibunya sempat memarahi korban.
Baca juga: Terakreditasi BAN PT, Pascasarjana Unsrat PS Agronomi Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru
Baca juga: Warga Dumoga Tenggara Tewas Gantung Diri, Saksi Sempat dengar Teriakan Anak Korban
Baca juga: Olly Dondokambey Rapat Bersama Forkopimda, Bahas Vaksinasi hingga Perda Covid-19
Setelah cukup lama memarahi anaknya korban menyampaikan akan gantung diri
dengan mengambil kain sarung kemudian dengan naik di kursi plastik
mengikatkan kain sarung di kayu bagian atas ruang keluarga yang disambung lagi dengan kain lain.
Baca juga: Chord Terlalu Manis - Slank, Kunci Gitar dari G, Lirik Lagu Kuambil Gitar dan Mulai Memainkan
Baca juga: CHORD Gitar dan Lirik Lagu Rindu Aku Rindu Kamu - Doel Sumbang dan Nini Carlina, Kelap Kelip
Baca juga: Atap Bandara Siau Nyaris Ambruk Akibat Cuaca Buruk, Ini Penjelasan Kepala UPBU Naha Tahuna
Menurut Jiji, sambil menggendong adiknya yang masih bayi berumur 7 bulan,
ibunya langsung memasukan kepalanya ke kain gantungan dan kakinya mendorong kursi sehingga korban langsung tergantung.
Sebelumnya, Jiji sempat menahan kaki korban namun karena berat tidak mampu menahannya.
Baca juga: Besok RUPS Bank SulutGo, Gubernur Olly Dondokambey Pastikan Rombak Direksi dan Komisaris
Baca juga: Babak 16 Besar Liga Champion, Lazio Berjuang atau Dibantai Dikandang Bayern Munchen, Ini Link
Baca juga: Wali Kota Tomohon Caroll Senduk Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Para Tenaga Guru
"Lalu saya berteriak memanggil pamannya Purwanto yang saat itu kebetulan berada di dekat rumah," ucapnya.
Sementara itu, Menurut keterangan saksi Purwanto (34), saat hendak pergi ke kebun di dekat rumah korban,
dirinya mendengar teriakan anak korban dan langsung mendatangi rumah korban.
Baca juga: Besok RUPS Bank SulutGo, Ini Komposisi Pemegang Saham Torang Pe Bank
Baca juga: Pemkab Bolmong Taruh Rp 12 Miliar Deposito di Bank SulutGo, Ini Harapan Bupati Yasti Mokoagow
Baca juga: Praktisi Hukum Ini Sentil Utang di Pemerintahan Maximiliaan Jonas Lomban - Maurits Mantiri
Saat tiba di ruang Purwanto bersama saksi lainnya yaitu Suslan Digim (39) melihat korban sudah dalam posisi tergantung pada kain
yang diikatkan di kayu di langit kamar dengan muka menghadap ke timur,
ujung kaki menyentuh lantai dan lidah menjulur ke luar.
Baca juga: Gadis Cantik Manado Fahria Mandahari Harap Pemerintah Percepat Pembangunan Fasilitas Publik
Baca juga: Mulai 1 April Tes Skrining Covid-19 Pakai GeNose C19 di 4 Bandar Udara, Bandara Samrat Manado?
Baca juga: Warga Desa Kamalu Antusias Bantu Satgas TMMD