Penanggulangan Bencana
Jokowi Minta Gubernur Lakukan Antisipasi, Indonesia Masuk Rangking Tertinggi Rawan Bencana
Edison Humiang mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana
Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut Edison Humiang
mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Tahun 2021 secara virtual
yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo, Rabu (3/3/2021) siang, di Istana Negara, Jakarta.
Kepala Negara menyampaikan apresiasi atas peran besar yang diambil oleh jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menangani bencana yang telah terjadi di Indonesia.
Baca juga: Bupati Minsel Franky Donny Wongkar Perintahkan Tarik Mobnas Pejabat Malas Bayar Pajak
Baca juga: Baru Menjabat, Gibran Hadapi Proyek Bangun Masjid Megah, Hadiah Pangeran Arab Untuk Jokowi
Baca juga: Dorong Ekonomi Daerah, Alfamidi Siap Pasarkan Produk UMKM, Syaratnya Cukup Mudah
“Pada kesempatan yang baik ini saya ingin menyampaikan terima kasih,
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran BNPB yang telah mendedikasikan seluruh waktunya
ikut bekerja dalam menangani dan menyelesaikan krisis sekarang ini,” ujar Presiden.
Presiden mengungkapkan, pada tahun 2020 lalu, bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai bencana baik bencana alam maupun nonalam berupa pandemi Covid-19.
Baca juga: 5 Populer Kemarin, Istri Selingkuh dengan Sopir Online, hingga Isu Istri Sule Nathalie Holscher
Baca juga: Intervensi Gizi dan Penyediaan Air Bersih Jadi Kunci Penanggulangan Stunting di Bolmut
Baca juga: Wali Kota Tomohon Caroll Senduk Ikuti Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2021
Dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang merupakan bencana kemanusiaan yang tidak pernah ada pembandingnya dalam sejarah ini,
Presiden menegaskan, penanganan pada sisi kesehatan dan ekonomi harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan.
“Bukan hanya skala daerah, bukan hanya skala nasional, tetapi juga skala global, lebih dari 215 negara mengalami hal yang sama, yang mengharuskan kita bekerja cepat,
harus inovatif, dan juga berkolaborasi dengan semua pihak, dengan negara lain, dengan lembaga-lembaga internasional,” ujarnya.
Baca juga: KPK Bahas Aset Bermasalah dan Optimalisasi Pajak di Sulut
Baca juga: Dokter Cantik Gita Chrisanty Ingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan
Baca juga: Penyakit Mati Lampu Kambuh Lagi, Wagub Steven Kandouw Sebut Ada Gangguan Jaringan Listrik
Pengalaman dalam menghadapi pandemi ini, imbuh Presiden, harus dijadikan momentum untuk memperkokoh ketangguhan dalam menghadapi segala bentuk bencana,
terlebih Indonesia menduduki ranking tertinggi negara paling rawan bencana.
Presiden pun menekankan pentingnya aspek mitigasi atau pencegahan sebagai kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rapat-koordinasi-nasional-rakornas-penanggulangan-bencana.jpg)