Krisis di Myanmar
Foto Miris Seorang Suster Katolik Berlutut Sambil Menangis di Depan Militer, Ini Permohonannya
Sambil menangis dan berlutut, suster Ann Nu Thawng rupanya memohon kepada polisi untuk berhenti menangkap para pengunjuk rasa.
TRIBUNMANADO.CO.ID,NAYPYIDAW – Demonstrasi protes kudeta militer di Myanmar seakan tak pernah berakhir, sudah banyak korban yang jatuh.
Junta militer pun sudah tak segan lagi menggunakan kekerasan dan peluru tajam untuk menjatuhkan para demonstran.
Mereka juga sudah banyak menangkapi para demonstran.
Baru-baru ini, tersebar foto seorang suster yang berlutut di depan sebarisan polisi di Myanmar viral di Twitter.
Foto tersebut dibagikan oleh Uskup Agung Katolik Roma di Yangon,
Myanmar, Kardinal Charles Maung Bo, melalui akun Twitter-nya.
Baca juga: Gaya Seragam Gibran Pertama Masuk Kantor, Pakai Celana Model Baggy Pants
Dalam unggahan tersebut, Maung Bo menyebut bahwa suster yang berlutut
di depan sebarisan polisi tersebut bernama suster Ann Nu Thawng.
Sambil menangis dan berlutut, suster Ann Nu Thawng rupanya memohon kepada polisi untuk berhenti menangkap para pengunjuk rasa.
Berkat aksi Ann Nu Thawng tersebut, Maung Bo mengatakan bahwa sekitar 100 pengunjuk rasa tidak jadi ditangkap polisi.
“Hari ini (Minggu), kerusuhan parah melanda seluruh negeri.
Baca juga: Siswi SMA ini Tewas Usai Serempet Motor dan Tabrak Dua Mobil, Kecelakaan di Blitar
Polisi menangkap, memukuli, dan bahkan menembaki rakyat,” tulis Maung Bo.
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Minggu dianggap sebagai hari paling berdarah
dalam serentetan aksi protes menentang kudeta militer 1 Februari yang menggulingkan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi.
Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) melaporkan,