Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Populer

POPULER Sulut: Laksamana Bintang Tiga Saingan Tetty Paruntu | Lobi Olly Dondokambey, 5 Mega Proyek

Berikut dua berita terpopuler seputar Sulawesi Utara yang tayang di portal tribunmanado.co.id.

Editor: Rizali Posumah
ISTIMEWA
Tindaklanjuti Pertemuan Bersama Gubernur Dan Kadis PU, GM PLN UIW Suluttenggo Kunjungi KEK Likupang. 

Sejumlah mega proyek yang masuk daftar untuk dibangun semisal jalan tol, bendungan, hingga jembatan antar pulau.

Mega proyek ini pun makin melengkapi terobosan pembangunan infrastruktur pada periode pertama pemerintahan Olly-Steven.

Selang 2015-2021, Sulut sudah memiliki jalan tol Manado-Bitung, Bendungan Kuwil-Kawangkoan, bendungan Lolak, dan Terminal Baru Bandara Sam Ratulangi.

Apa saja mega proyek di periode kedua ODSK?

Tol Manado-Amurang

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw siap merealisasikan pembangunan Tol Manado-Amurang di Periode Kedua memimpin Provinsi Sulut.

Gubernur Olly membenarkan, Tol Manado-Amurang akan jadi salah satu mega proyek nasional di Provinsi Sulut

"Tol Manado-Amurang, dananya Rp 8 Triliun,'' ujar Gubernur Olly kepada tribunmanado.co.id, Senin (22/2/2021).

Tol ini sudah masuk  rencana kerja di tahun 2021.

Sebagaimana tertuang dalam rancangan RKP Tahun 2021, Sulut menetapkan Tema Pembangunan Tahun 2021 yakni mepercepat Pemulihan Ketahanan Ekonomi dan Kehidupan Masyarakat, ditopang  Pengembangan Pariwisata dan Industri Berbasis Sumberdaya Lokal.

Salam musyawarah rencana pembangunan nasional proyek strategis, tol ini diusul Gubernur Olly dan ditopang pemerintah pusat. 

Tol Manado-Amurang akan menjadi tol kedua di Sulut,  setelah tol Manado-Bitung

Gubernur mengatakan,  tol Manado-Amurang sangat feasible dibangun. 

Estimasi tol ini dibangun sepanjang 74 kilometer

Jika berhasil dibangun kegiatan di beberapa kabupaten lewat jalan tol ini.  Tomohon, Minahasa, Minsel, Mitra hingga Bolmong Raya.

Tol dibutuhkan untuk mempersingkat waktu dan kelancaran distribusi. 

Ia mencontohkan perjalanan Manado-Amurang memakan waktu 1,5 jam jaraknya sekitar 100 km jalannya banyak berkelok

Jika ada tol cuma 30 menit sampai.

Pembangunan Sulut ke depan memang sudah memperhitungkan pembangunan jalan tol atau jalan bebas hambatan. Itu termuat dalam Perda nomor 1 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah.

Sudah direncanakan pembangunan jalan tol Manado-Bitung, Manado-Tomohon, Tomohon-Amurang, Amurang Kaya dan Kairagi-Mapanget.  

Tol salah satu fungsinya menghubungkan pusat kegiatan. Kegiatan ekspor-impor misalnya di Bitung, sehingga butuh dihubungkan lewat tol.

Kemudian kegiatan pertanian perkebunan di daerah selatan bisa dihubungkan lewat tol ke utara. Jalan tol juga untuk menunjang daerah wisata, selaras dengan pertunbuhan pesat kunjungan wisata di Sulut.

Sejalan dengan visi Sulut menjadi penyumbang positif ekonomi nasional maka pembangunan infrastruktur baru, akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah. 

Jembatan Karakelang - Salibabu

Olly Dondokambey dan Steven Kandouw siap mewujudkan proyek prestisius Jembatan antar pulau di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Proyek berbandrol triliunan rupiah ini untuk membangun Jembatan Salibabu-Karakelang

Olly yang sedang dalam maau cuti sebagai Gubernur menyinggung infrastruktur yang akan dibangun tahun depan di Kabupaten Kepulauan Talaud yakni Jembatan menghubungkan Pulau Salibabu-Pulau Karakelang. 

Ia mengatakan, jembatan Karakelang-Salibabu sudah masuk rencana kerja di Kementerian Bappenas.

"Sudah masuk rencana kerja, tahun sepan dilaksanakan" kata Gubernur

Jembatan Karakelang- Salibabu ini akan membuat Talaud menjadi daerah terdepan Indonesia

"Talaud lebih terdepan, potensi pariwisata dan perikanan  akan tumbuh," ungkap Mantan Anggota DPR RI ini. 

Olly menegaskan komitmen menjadikan Sulut sebagai provinsi yang akan memberikan kontribusi positif bagi Pembangunan Nasional. 

"Menjadi harapan kami, Pemerintah dan Masyarakat Sulawesi Utara, kami boleh menjadi Provinsi yang memberikan kontribusi positif untuk pembangunan Nasional dalam mewujudkan Indonesia Maju melalui Transformasi Ekonomi," ungkap Olly.
Adapun jembatan ini menghubungkan dua pulau besar di Talaud.  

Olly mengatakan, jika proyek ini berhasil maka Sulut menjadi gerbang pasifik akan berhasil

Kepala Badan Perbatasan Daerah Sulut,  Djemy Gagola menyampaikan, infrastruktur jembatan ini sangat strategis perannya untuk mewujudkan Sulut sebagai Gerbang Pasifik. Sementara Kabupaten Talaud sebagai daerah terdepan Indonesia di Pasifik

Ia menjelaskan,  Pulau Karakelang sebagai pulau terbesar di Talaud itu sebagai pusat pemerintahan, kemudian tempat komando keamanan dan pertahanan daerah perbatasan,  serta terletak Bandara Melonguane

"Daerah yang paling padat penduduknya sehingga aktivitas ekonomi dan pemerintah  berpusat di pulau ini," kata dia.

Sementara Pulau Salibabu itu sebagai Pusat Industri Perikanan kelas nasional

Fasilitas cold starage,  pelelangan ikan kemudian semua hasil perikanan berpusat di Pulau Salibabu. 

Bahkan sekolah perikanan juga nanti berdiri di pulau ini. 

Tak hanya perikanan, Salibabu punya potensi pariwisata,  semisal Pulau Saara yang di depan Lirung

"Dengan adanya jembatan  menghubungkan dua pulau, maka akan mengembangkan potensi perbatasan sesuai Program Presiden Jokowi membangun dari pinggiran," kata dia. 

Sulut sebagai Gerbang Pasifik tentunya Talaud daerah terdepannya perenomian masyarakat harus berkembang lewat potensi perikanan dan pariwiaata

Adanya jembatan Karakelang-Salibabu maka hasil ikan dari Salibabu akan dipasok melalui jembatan kemudian dieksopor lewat bandara Melogunde di Karakelang, kemudian dibawa ke negara tujuan.  Ini akan mempersingkat waktu distribusi ketimbang lewat laut. 

Begitu pun pariwisata, akan memerlancar arus wistawan dari Bandara ke objek wisata di Talaud yang semula mengandalkan angkutan laut

"Peran jembatan ini sangat staetegis nanti membangun ekonomi daerah perbatasan,'' kata dia. 

Bupati Talaud, Elly Englebert Lasut pun menyampaikan terima kasih atas rencana pembangunan mega proyek tersebut.

Bendungan Sawangan

Gubernur Sulut,  Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw mengungkap rencana pembangunan bendungan ketiga di Sulut. 

Dua bendungan yang sudah ada yakni Bendungan Kuwil - Kawangkoan,  dan Bendungan Lolak ternyata belum cumip

Gubernur Olly dan Wagub Steven menyiapkan Pembangunan Bendungan Sawangan. 

Rencananya Bendungan Sawangan ini akan dibangun setelah Bendungan Kuwil Kawangkoan dan Lolak selesai.

Sama seperti Bendungan Kuwil Kawangkoan,  Gubernur Olly mengatakan, Bendungan Sawangan juga untuk mencegah banjir Kota Manado

"Untuk mengatasi banjir kota Manado mesti dua  endungan, pertama Kuwil-Kawangkoan, kedua ini Bendungan Sawangan, " ujar dia. 

KEK Pariwisata

Infrastruktur KEK Pariwisata Likupang, Minahasa Utara terus dikebut penyelesaiannya, meski di masa Pandemi.

Salah satu infrastruktur yang dikebut yakni infrastruktur jalan  di seputaran KEK Likupang.

Satu spot yang sempat viral di media sosial yakni bundaran jalan aspal beton di Desa Lukisan, lokasi KEK Likupang dibangun.

Gubernur Sulut,bOlly Dondokambey mengatakan, pemerintah tetap melaksanakan pengerjaan infrastruktur KEK Likupang sebagai destinasi super prioritas nasional

"Walaupun ada covid-19 tapi infrastruktur terus berjalan dengan baik terus," kata dia.

Jalan raya hanya satu di antara yang dikebut pengerjaannya, ada lagi infrastruktur pelabuhan di sekitar kawasan Likupang. Gubernur mengatakan, anggaran pelabuhan mencapai Rp 100 miliar

Itu belum termasuk proyek Jalan Bandara-Likupang, lalu proyek infrasturkur lainnya yang dikerjakan di Sulut yaitu perluasan Bandara Internasional Sam Ratulangi, dan pelebaran jalan Bandara Sam Ratulangi menuju lokasi KEK Likupang

Bukan tanpa sebab, pemerintah menggelontor sana besar, Olly mengatakan,dana dikeluarkan itu tak sebanding dengan potensi devisa yang bakal dihasilkan.

Tak hanya pemerintah yang bergerak menangani infrastruktur. Swasta pun sudah menancapkan pondasi investasi. Semisal di daerah Likupang telah dibangun hotel bintang 5

"Pembangunan hotel sampai saat ini berjalan dengan baik.Hotel yang dibangun bintang lima dengan jumlah kapasitas  200 kamar, " ungkap Olly.

Hotel dimaksud Olly, yakni Ecowisata Hotel di Likupang.

KEK Likupang diprediksi mampu memberikan kontribusi devisa  sebesar Rp 22,5 triliun pada 2030.

KEK Likupang akan dikembangkan resort, akomodasi, fasilitas hiburan dan MICE. 

jumlah tenaga kerja terserap diperkirakan mencapai 65.300 orang.

Berdasarkan dari perhitungan, pengembangan KEK Likupang diprediksi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara sebesar 162 ribu orang pada 2025.

Jumlah tersebut berkontribusi sekitar 16 persen dari target yang ditetapkan oleh Gubernur Sulawesi Utara, yaitu 1 juta wisatawan mancanegara pada 2025

KEK Likupang akan dikembangkan resort, akomodasi, entertainment dan MICE. Sedangkan, di luar area KEK akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina. 

KEK Likupang direncanakan akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dibangun sekira 92,89 hektare pada kurun waktu tiga tahun, yaitu 2020 hingga 2023. 

Di pembangunan tahap pertama akan terdapat resort, area komersial, danau, cultural village, dan ruang terbuka hijau. 

Jadi, total target investasi sebesar Rp 164 miliar untuk pembangunan kawasan KEK Likupang di tiga tahun pertama. Sedangkan, target investasi pelaku usaha dalam tiga tahun pertama adalah Rp 750 miliar.

Kawasan Industri Mongondow

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengatakan, pemerintah berupaya mendorong investasi dengan memberikan kemudahan. Rupanya perusahaan Cina tertarik berinvestasi. Salah satu yang ditawarkan ke investor yakni Kawasan Industri Bolmong

"Perusahaan Cina mau bawa industri ke sini, jadi kita siapin tempat untuk bikin tempat kawasan berikat sehingga berinvestasi sangat baik," ujarnya.

Investasi di Sulut kata Olly akan mendapatkan keringanan pajak dan lain-lain, "Pokoknya dapat kemudahan datang di Sulut. Pemerintah akan back up lewat regulasi," ungkap dia.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Frangky Manumpil mengatakan, investasi ini untuk membangun Kawasan Ekonomi Industri Bolaang Mongondow di Lolak. 

"Kawasan ini akan menempati laham 700 Hektare dengan nilai investasi USD 2 miliar, " ujarnya 

Industri ini akan membuka lapangan pekerjaan, banyak uang akan berputar kemudian dampaknya akan dirasakan masyarakat.

" Pak Gubernur dan wagub mensupport, ini bisnis to bisnis yang mengusulkan swasta," ungkap dia.

Hasil kerja ODSK menciptakan iklim investasi di Sulut terbukti berhasil menarik investasi

Langkah awal mewujudkan investasi ini dilakukan lewat penandatangan nota kesepahaman perwakilan investor. (ryo)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved