Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Krisis di Myanmar

Kabar Terkini Demonstrasi di Myanmar, Tiga Korban Tewas, Ancam Mogok Massal

Kabar terkini, para demonstran di Myanmar menyerukan pemogokan massal yang sedianya digelar pada Senin (22/2/2021) untuk memprotes kudeta militer.

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Istimewa/AP PHOTO
Puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengambilalihan militer di kota terbesar Myanmar Yangon dan menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi, pada Minggu (7/2/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID,NAYPYIDAW-Aksi demonstrasi di Myanmar, terkait penolakan kudeta militer terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi di Myanmar masih terus berlanjut.

Korban masih terus berjatuhan, mulai dari korban tewas, hingga luka.

Militer juga sudah makin beringas menggunakan peluru tajam untuk menghalau demonstran.

Juga sudah mulai menurunkan tank dan kendaraan lapis baja untuk mengurai demonstran.

Kabar terkini, para demonstran di Myanmar menyerukan pemogokan massal yang sedianya digelar pada Senin (22/2/2021) untuk memprotes kudeta militer.

Seruan tersebut ditanggapi oleh junta militer dengan ancaman terselubung ihwal penggunaan kekuatan mematikan.

Baca juga: Kisah Tragis Preman Zaman Soeharto, Ditembak Misterius, Mayatnya Dibiarkan di Pinggir Jalan

Seorang pria digotong setelah terkena tembakan polisi di Mandalay, Myanmar, pada Sabtu (20/2/2021). Polisi mulai menggunakan peluru karet dan peluru tajam untuk membubarkan massa anti-kudeta
Seorang pria digotong setelah terkena tembakan polisi di Mandalay, Myanmar, pada Sabtu (20/2/2021). Polisi mulai menggunakan peluru karet dan peluru tajam untuk membubarkan massa anti-kudeta (Istimewa/AP PHOTOS)

Seruan untuk pemogokan massal dilontarkan pada Minggu (21/2/2021) oleh Gerakan Pembangkangan Sipil di Myanmar.

Mereka meminta orang untuk berkumpul bersama guna membuat "Revolusi Musim Semi” sebagaimana dilansir Associated Press.

Saluran televisi milik negara, MRTV, pada Minggu malam waktu setempat menyiarkan pernyataan dari junta militer yang memberi peringatan terhadap rencana pemogokan umum.

Junta militer menuduh para demonstran menghasut massa untuk melakukan kerusuhan dan anarki pada Senin.

“Para pengunjuk rasa sekarang menghasut orang-orang, terutama anak muda dan remaja yang emosional,

ke jalur konfrontasi di mana mereka terancam kehilangan nyawa,” bunyi pernyataan itu.

Baca juga: Ingat Film Mowgli: Legend of the Jungle? Sosoknya di Dunia Nyata, Tinggal di Hutan Lantaran DiBully

Pernyataan itu juga menyalahkan pengunjuk rasa karena “melakukan kekerasan”,

sehingga mau tidak mau pasukan keamanan harus membalasnya.

Sejauh ini ada tiga pengunjuk rasa telah ditembak mati.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved