Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Keluarga Presiden Soekarno

Kisah Perjalanan Cinta Orangtua Bung Karno di Bali Hingga Pindah ke Jawa Timur

Banjar Paketan, Desa Pakraman Buleleng memiliki catatan sejarah penting terkait kisah kehidupan presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno.

Editor: Erlina Langi
Tribun Bali
Kedua Orangtua Presiden Soekarno 

Raden Soekami dan Nyoman Rai Serimben menanamkan ari-ari putri pertama mereka tepat di belakang kamar kos-kosan tersebut.

“Ya ari-ari anak pertama mereka ditanam di belakang kamar kos. Sebagai tanda, Raden Soekami kemudian menanamkan pohon belimbing putih di atas ari-ari tersebut,” tuturnya.

Dari pantauan di lokasi, hingga kini pohon belimbing putih itu terlihat masih hidup dan tumbuh secara subur.

Foto : Nampak <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/soekarno' title='Soekarno'>Soekarno</a> saat berlutut didepan ibunya
Foto : Nampak Soekarno saat berlutut didepan ibunya (Tribun Bali)

Nyoman Suma Artana mengaku tidak dapat mengonsumsi buah yang dihasilkan, lantaran rasanya yang terbilang sangat asam. Ia pun mengaku hanya dapat mengonsumsi bagian daunnya untuk dimasak menjadi sayur urap.

Ia memperkirakan Raden Soekami dan Nyoman Rai Serimben tinggal di kos-kosan milik leluhurnya itu selama kurang lebih enam tahun. Konon, saat tengah mengandung Soekarno, kedua pasutri tersebut memutuskan untuk pindah ke Jawa Timur.

Selain foto, bukti fisik dari cerita sejarah orangtua Sukarno yang terdapat di Banjar Paketan kini yang tersisa hanyalah pohon belimbing putih tersebut.

Rumah kos-kosan itu kini telah dibongkar, dan dibentuk menjadi rumah modern.

“Terpaksa saya bongkar karena sudah mau ambruk termakan usia. Dulu, kos-kosan itu dibangun menggunakan bata merah, yang kemudian direkatkan dengan tanah liat. Zaman dulu itu sudah kuat. Cukup lama lah bertahan,” jelas Nyoman Suma Artana.

Diakui Nyoman Suma Artana, selama ini yang pernah mengunjungi kos-kosan tersebut hanyalah Sukmawati Soekarno Putri.

“Sukmawati pernah datang sekitar 15 tahun yang lalu. Dia juga sempat berfoto-foto di kos-kosan dan pohon belimbing itu,” tutupnya.
Gong Tertua Ada di Belanda

Banjar Paketan memiliki Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya (KEW). Sekaa gong ini merupakan sekaa gong terbaik yang dimiliki Buleleng. Pihak banjar membentuk sekaa KEW ini dalam beberapa bagian, mulai dari sekaa dewasa, remaja, anak-anak, dan ibu-ibu PKK.

Konon, sekaa gong ini sudah ada sejak tahun 1926, dan bisa dikata sebagai sekarang tertua di wilayah Kota Singaraja. Sebagai bukti, gong tertua asli milik Banjar Paketan kini tersimpan rapi di musem di Belanda.

Kelian Gong KEW, Made Astawa mengatakan, sejatinya warga meyakini bahwa sekaa gong di wilayah tersebut sudah ada jauh sebelum tahun 1926.

Hal ini dibuktikan dengan asal-usul sang maestro seniman kendang Gede Mendra (alm), yang memang berasal dari Banjar Paketan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved