Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Keluarga Presiden Soekarno

Kisah Perjalanan Cinta Orangtua Bung Karno di Bali Hingga Pindah ke Jawa Timur

Banjar Paketan, Desa Pakraman Buleleng memiliki catatan sejarah penting terkait kisah kehidupan presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno.

Editor: Erlina Langi
Tribun Bali
Kedua Orangtua Presiden Soekarno 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Soekarno, adalah presiden pertama Republik Indonesia, sekaligus tokoh sejarah yang memiliki peranan penting dalam kemerdekaan Indonesia

Sebab ia merupakan proklamator yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Cerita perjuangannya melawan penajajah kini diabadikan dalam berbagai karya.

Namun tak banyak yang tau latar belakan keluarga dan orang tua sang proklamator tersebut.

Dilansir dari Tribunjogja.com inilah kisah kedua orang tua Soekarno 

Banjar Paketan, Desa Pakraman Buleleng memiliki catatan sejarah penting terkait kisah kehidupan presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno.

Di wilayah inilah, kedua orangtuanya, yakni Raden Soekami Sosrodiharjo dan Nyoman Rai Srimben pertama kali bertemu.

Waktu itu, ayahanda Soekarno memutuskan untuk datang ke Buleleng, dan bekerja sebagai guru di sekolah rakyat, yang kini diberi nama SDN 1 dan 2 Paket Agung.

Selama mengadu nasib di Bumi Panji Sakti, Raden Soekami tinggal di sebuah kos-kosan, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah tersebut yakni di Jalan Gunung Batur I, Banjar Pakraman Banjar Paketan.

Foto : Seokarno dan Kedua Orangtua
Foto : Seokarno dan Kedua Orangtua (tribun jogja)

Kos-kosan itu adalah milik keluarga Nyoman Suma Artana (66), yang kini menjabat Kepala Lingkungan Banjar Paketan. Setelah lama tinggal di kos-kosan itu, Raden Soekami kemudian bertemu dengan Nyoman Rai Srimben, putri dari keluarga Bale Agung, di Kelurahan Paket Agung.

Konon, hubungan Raden Soekami dan Nyoman Rai Serimben ini tidak mendapatkan restu dari pihak keluarga Bale Agung sehingga Raden Soekami nekat membawa lari Rai Serimben, dan mempersuntingnya tanpa restu.

Bahkan, sebut Nyoman Suma Artana, Raden Soekami sempat dipanggil untuk dimintai keterangan oleh keluarga Bale Agung. Namun karena takut dan merasa terancam, Raden Soekami pun sempat meminta perlindungan kepada pihak kepolisian Polres Buleleng.

“Singkat cerita, masalah sudah bisa terselesaikan. Raden Soekami akhirnya mengajak Nyoman Rai Serimben untuk tinggal di kos-kosan ini,” ungkap Nyoman Suma Artana, didampingi Klian Adat Banjar Paketan, Ketut Purnawan, saat ditemui, Selasa (6/3/2018).

Selama tinggal di kos-kosan tersebut, kedua orangtua Soekarno pun hidup bahagia. Di tempat itulah anak pertama mereka, yang diberi nama Raden Soekarmini dilahirkan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved