Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terkini Nasional

Profil Asmawati, Istri Marzukie Alie yang Juga Seorang Politisi, Berbeda Partai dengan Suami

Sepanjang meniti karir di hidupnya, Marzukie Alie memiliki pendamping hidup yang selalu setia bersamanya. Dia adalah Asmawati

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
istimewa
Asmawati Istri dari Marzukie Alie 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama Marzuki Alie belakangan ini menjadi perbincangan publik.

Pernyataan viral setelah dia menyebut Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) pernah mengatakan Megawati akan kecolongan dua Kali.

Sepanjang meniti karir di hidupnya, Marzukie Alie memiliki pendamping hidup yang selalu setia bersamanya.

Dia adalah Asmawati.

Asma panggilan akrabnya, lahir di Palembang, 30 Maret 1960.

Asma terpilih sebagai anggota DPD RI dari Provinsi Sumatera Selatan sebanyak tiga kali berturut-turut.

Asmawati Istri dari Marzukie Alie
Asmawati Istri dari Marzukie Alie (istimewa)

Asmawati pertama terpilih pada periode 2004-2009 dan terpilih kembali pada periode 2009-2014.

Dia pun kemballi lagi terpilih untuk kali ketiga dengan perolehan suara sebanyak 347.107.

Pengalaman Asmawati di organisasi adalah menjadi Penasehat ICMI Sumsel, Penasehat BKPRMI Sumsel, Penasehat Gerakan Muslimat Indonesia Sumsel,  

Bendahara Kerukunan Keluarga Palembang Sumsel, Penasehat IKA MM Universitas Sriwijaya Palembang, Penasehat Yayasan Yatim Piatu Abu Yatama Sumsel, Penasehat BAMUKOI, Penasehat Yayasan Pendidikan Ki Marogan.

Selain itu, Asmawati juga pernah menjadi Pengurus ISWI Sumsel,

Ketua Ponpes Modern IGM Al-Ikhsyaniah Palembang, Bendahara Yayasan Pendidikan STMIK IGM Palembang, Penanggung Jawab KBIH IGM Palembang, Penasehat IRMA Sumsel, Penasehat POBI Sumsel,

Penasehat Jami atul Quro Wal Mufasz Sumsel, Bendahara Al-Quran Akbar,

Penasehat Yayasan Pendidikan AlQuran, Anggota IWAPI Pusat, Anggota KPPI Pusat.

Asmawati memiliki visi untuk mensejahterakan Kaum Perempuan dan anak-anak. Selain itu juga memiliki misi agar terciptanya kesetaraan dan kesempatan kerja,

terciptanya kondisi yang memberi perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak di semua bidang, terciptanya kondisi yang memungkinkan perempuan mendapatkan kesempatan yang sama dalam berpolitik.

Asmawati sudah merancang programnya secara konkret, antara lain adalah mewujudkan program belajar 9 tahun, mendorong serta mengawasi berlakunya UU tentang Perdagangan Perempuan dan Anak-anak serta perlindungan TKI.

Ia mengakui memiliki tantangan sebagai anggota DPD RI dengan adanya soft bicameral di mana disatu sisi DPD RI dipilih langsung oleh rakyat tentu mempunyai tugas yang perlu kekuatan yang solid antar sesama anggota DPD RI.

Marzuki Alie mengakui bahwa istrinya yang juga anggota DPD RI dari Sumatera Selatan, Asmawati telah bergabung ke PPP sebagai wakil ketua umum.

Mantan Ketua DPR RI itu mengatakan, keputusan itu adalah keputusan pribadi dengan mempertimbangkan berbagai aspek termasuk hubungan baiknya dengan Ketua Umum PPP, Djan Faridz.

“Iya memang istri saya bergabung dengan PPP sebagai wakil ketua umum. Itu keputusan pribadi istri saya karena mempertimbangkan berbagai aspek seperti persahabatan yang sudah terjalin sejak lama dengan Ketua Umum PPP, Djan Faridz,” ujar Marzuki Alie ketika dihubungi, Rabu (16/12/2015).

Gabung Partai PPP

Marzuki mengatakan istrinya sebelumnya telah berkali-kali diajak untuk bergabung dengan PPP dan dirinya pun akhirnya memberikan keleluasaan bagi istrinya sepanjang memang itu merupakan keputusan yang terbaik.

“Jadi ada beberapa orang yang ditawarkan oleh Djan Faridz, termasuk istri dari Mantan Wakapolri, Ada Dorodjatun. Ketika terakhir ditawarkan pun, jawaban istri tidak tegas mengiyakan. Dia hanya menjawab yah sudah kalau masukkan saya, yah masukkan lah,” ujarnya.

Djan sendiri menurut Marzuki tentunya memiliki pertimbangan dalam merekrut istrinya sebagai anggota PPP.

Azmawati Istri dari Marzuki Alie
Azmawati Istri dari Marzuki Alie (istimewa)

Istrinya menurut Marzuki di Sumatera Selatan memiliki basis massa yang jelas dan tentunya ini menjadi pertimbangan untuk merekrutnya.

“Istri saya itu 3 kali terpilih menjadi anggota DPD RI. Ini kan artinya dia punya basis massa yang jelas. Tentunya ini juga jadi pertimbangan PPP merekrutnya. Jadi anggota DPD itu kan tidak ada bos dan hanya perlu menjaga dan mewakilkan kepentingan konstituennya saja.Ini saya kira akan dipertahankan oleh istri saya,” ujarnya.

Dia pun sebelumnya membantah bahwa dirinya akan mengikuti langkah istrinya bergabung ke PPP.

Dirinya mengaku tetap istiqomah untuk berada dalam Partai Demokrat, meski diakuinya dirinya pun sempat diajak untuk bergabung dengan PPP.

Profil Marzuki Alie

Dilansir dari laman pribadinya, www.marzukialie.com, Marzuki pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat periode 2005-2010 dari hasil Kongres I di Bali.

Pria kelahiran Palembang, 6 November 1995 ini juga aktif menjadi anggota tim kampanye SBY-JK di tahun 2004 dan SBY-Budiono pada tahun 2009.

Marzuki juga pernah dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat periode 2013-2015.

Dalam Kongres II Partai Demokrat di Bandung pada 2010, ia pernah maju sebagai calon ketua umum DPP Partai Demokrat.

Kala itu, Marzuki bersaing dengan Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng memperebutkan kursi Ketua Umum Partai Demokrat untuk periode 2010-2015.

Namun, ia belum berhasil dan Anas Urbaningrum terpilih menjadi ketua umum Partai Demokrat.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie. (Kompas.com/SABRINA ASRIL)

Berbekal pengalaman dan kiprah politik, Marzuki berhasil menjabat sebagai Ketua DPR periode 2009-2014.

Adapun sebelumnya terjun ke dunia politik, Marzuki berkarir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Departemen Keuangan.

Kemudian, ia beralih profesi menjadi karyawan BUMN, yang pada akhirnya ia dipercaya mengelola PT Semen Baturaja (Persero), sebagai Direktur Komersial.

Kiprah Marzuki sebagai karyawan BUMN sangat baik, ia pernah menjabat sebagai Direktur Komersiil PT Semen Baturaja dan Komisaris Utama PT Global Perkasa Investindo.

BERITA TERKINI TRIBUNMANADO:

Baca juga: Sumpah Marzuki Alie, Buktikan SBY Pernah Sebut Megawati Kecolongan: Saksi Tunggal Semuanya Meninggal

Baca juga: Segini Gaji dan Harta Kekayaan Komjen Agus Andrianto, Masih Gunakan Toyota Vios Tahun 2003

Baca juga: Pesta Narkoba Bersama 11 Anggotanya, Hukuman Berat Menanti Kompol Yuni Purwanti

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved