Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

Rumah Duka Tompaso dan Lokasi Pemakaman Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Untuk ibadah penghiburan tetap sesuai protokol kesehatan, ibadahnya singkat, dibatasi jemaat yang hadir, tidak berkerumun dan bergantian.

Penulis: Martsindy Rasuh | Editor: Alexander Pattyranie
Tribun Manado/Kontributor Martsindy Rasuh
Bupati Kabupaten Minahasa Royke O. Roring saat diwawancarai awak media didampingi Wabup Robby Dondokambey. 

Laporan Kontributor Tribunmanado.co.id Martsindy Rasuh

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Bupati Kabupaten Minahasa Royke O Roring (ROR) menegaskan,

untuk acara pemakaman Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) di rumah

duka Desa Tompaso Dua, Kecamatan Tompaso, Minahasa, Sulawesi Utara,

menerapkan protokol kesehatan ketat sebagaimana instruksi dari Polda Sulut dan hasil

kesepakatan Forkopimda Kabupaten Minahasa.

BERITA PILIHAN EDITOR :

Baca juga: Masih Ingat Dayana, Gadis Cantik Asal Kazakhstan? Kini Terkenal dan Dianggap Lupa Diri

Baca juga: Alamsyah Terdiam Setelah Dijatuhi Hukuman Mati

Baca juga: Marzuki Alie Setia dengan Demokrat, Putra SBY Singgung Pengkhianat: Sulit Kembalikan Kepercayaan

TONTON JUGA :

Hal ini diungkapkan ROR, Kamis (18/2/2021).

"Kami dan kepolisian tetap pada saat pelaksanaan ibadah pemakaman, ibadah penghiburan bahkan

di lokasi pemakaman menerapkan protokol kesehatan ketat," ujar ROR usai dilaksanakannya

persemayaman di kantor bupati Minahasa.

Untuk ibadah penghiburan tetap sesuai protokol kesehatan, ibadahnya singkat, dibatasi

jemaat yang hadir, tidak berkerumun dan bergantian. Ini tentu tidak mengurangi rasa

hormat kepada keluarga ataupun para pelayat yang ingin memberi penghiburan bagi

keluarga yang ditinggalkan.

"Sekali lagi kami berharap untuk diperhatikan pada saat hadir di rumah duka Tompaso.

Agar ketika hadir tidak datang secara bersamaan, bergantian, tidak terlalu

berlama-lama," sebutnya.

Jadi, baik dari pihak Pemkab Minahasa, Polres Minahasa dan Kodim Minahasa sudah

koordinasikan dan juga kepada camat diinstruksikan agar mengatur warga

masyarakat yang datang melayat.

"Ada juga beberapa pos pelayanan kesehatan untuk mengecek suhu tubuh dan lain-lain

agar tidak ada yang terlewati," ujarnya.

Ia menjelaskan, bagi jemaat yang akan hadir untuk ibadah penghiburan

sudah ditetapkan terbatas.

Untuk rapid test kalau boleh bagi mereka yang datang ke rumah duka sudah membawa

hasil rapid dari puskesmas terdekat.

"Kami juga nanti akan sediakan rapid antigen.

Imbauan kepada masyarakat tanpa mengurangi rasa hormat dan penghargaan kepada

almarhum dan keluarga, tentu berharap mari melayat

dengan tidak memanfaatkan waktu yang panjang, bergantian dan jaga

protokol kesehatan," katanya.

"Termasuk mendengarkan arahan pemerintah setempat dan tokoh-tokoh agama

di jemaat masing-masing agar acara pemakaman dapat berjalan dengan lancar," tandasnya.

Catatan Redaksi :

Bersama-kita lawan virus corona.

Tribunmanado.co.id (Tribunnetwork) mengajak seluruh pembaca untuk selalu

menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

(Tribunmanado.co.id/Kontributor Martsindy Rasuh)

BERITA TERPOPULER :

Baca juga: Ingat Ilham Akbar Habibie? Putra Presiden RI ke-3 yang Bangun Gedung Pollux Tertinggi di Indonesia

Baca juga: Sosok Mayjen TNI Totok Imam Santoso, Viral Bersepeda Sambil Kenakan Seragam Tentara, Ini Biodatanya

Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 04.30 WIB, Penumpang Tewas di Tempat Setelah Mobil Pikap Tabrak Truk Tronton

TONTON JUGA :

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved