Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gelombang Pasang di Minahasa

Usai Desanya Dihantam Gelombang Pasang, Warga Bukit Tinggi Kakas Minahasa Diminta Tetap Waspada

Air laut naik secara tiba-tiba dan masuk ke permukiman warga, merusak bagian rumah serta perabotan.

|
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Dokumen Pribadi/Dok Jenly Suawa:
GELOMBANG PASANG - Bencana gelombang pasang menerjang Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dan menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat. 

Ringkasan Berita:
  • Gelombang pasang menerjang Desa Bukit Tinggi (18/4/2026), merusak sejumlah rumah namun tidak menimbulkan korban jiwa karena warga sempat menyelamatkan diri.
  • Bencana dipicu cuaca buruk beberapa hari sebelumnya yang menyebabkan air laut naik tiba-tiba hingga masuk ke permukiman.
  • Pemerintah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi gelombang susulan, sementara bantuan darurat dan evakuasi telah dilakukan.
 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Setelah desa mereka diterjang gelombang pasang, warga Bukit Tinggi di Kecamatan Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) diingatkan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi.

Desa Bukit Tinggi sendiri berjarak sekitar 40,3 kilometer dari Tondano, ibu kota Kabupaten Minahasa.

Sebelumnya, bencana gelombang pasang terjadi pada Sabtu (18/4/2026) dan mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat.

Meski kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Warga yang tinggal di kawasan pesisir berhasil menyelamatkan diri saat gelombang mulai menerjang permukiman.

Menurut keterangan warga, gelombang pasang dipicu oleh cuaca buruk yang berlangsung beberapa hari sebelumnya.

Air laut tiba-tiba naik dan masuk ke area permukiman, merusak bangunan rumah serta perabotan milik warga.

Jenly Suawa, salah satu warga, mengatakan seluruh warga pesisir berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa.

"Warga terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman dan menerima bantuan darurat," kata Jenly Suawa kepada Tribunmanado.co.id Rabu (22/4/2026).

11 Rumah Warga Rusak

Jenly juga mengatakan ada sekitar 11 warga yang terdampak akibat bencana ini.

“Sekitar 11 rumah ada juga rusak berat dan ringan,” katanya.

Ia menjelaskan beberapa rumah mengalami kerusakan cukup parah.

Material bangunan seperti papan hingga beton berserakan akibat terjangan gelombang.

Selain merusak rumah, gelombang pasang juga menggenangi sejumlah titik di desa tersebut. Aktivitas warga pun sempat lumpuh sementara.

“Akibat bencana ini aktivitas nelayan sempat terganggu,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved