Breaking News:

Info BMKG

Tanggapan Pihak BMKG Soal Cuaca Ekstrim di Manado Saat Hari Valentine

BMKG Sulut pada Minggu, (14/2/2021) menjelaskan sejak pukul 17:00 WITA sudah disampaikan tentang Peringatan dini cuaca ekstrim.

tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw
Hujan deras disertai angin kencang berpotensi mengakibatkan terjadinya pohon tumbang dibeberapa lokasi di Kota Manado, Minggu (14/2/2021). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Hujan deras disertai angin kencang saat ini sedang melanda Kota Manado sejak sore sekitar pukul 17.00 Wita

BMKG Sulut pada Minggu, (14/2/2021) menjelaskan sejak pukul 17:00 WITA sudah disampaikan tentang Peringatan dini cuaca ekstrim.

Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 20:00 WITA.

Menurut Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi di Manado Ben Arthur Molle mengatakat bahwa hujan deras dengan intensitas sedang hingga tinggi diprediksi akan terus terjadi hingga dua jam kedepan.

"Selain itu pada besok haru juga diramalkan akan terjadi hujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi," ucapnya.

Untuk itu beliau mengimbau kepada masyatakat terutama dalam bulan Februari berjalan ini harus tetap waspada karena Wilayah Sulut dan srkitarnya masih akan mengalami cuaca buruk.

"Diimbau kepada masyarakat agar menghundari daerah rawan longsor, rawan pohon tumbang.

Dan untuk daerah rawan banjir agar tetap memantau ketinggian air, jika sudah cukup berbahaya segera lah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi," imbaunya.

Ben Arthur Molle menginformasikan ada beberapa wilayah di Sulawesi Utara yang menjadi titik dengan intensitas curah hujan tinggi diantaranya:

Minahasa Selatan (Seluruh Wilayah), Minahasa Tenggara (Seluruh Wilayah), Bolmong (Seluruh Wilayah), Bolmong Selatan (Seluruh Wilayah), Bolmong Timur (Seluruh Wilayah), Bolmong Utara (Seluruh Wilayah) dan Kotamobagu (Seluruh Wilayah).

Ia juga menambahkan keadaan tersebut dapat meluas ke wilayah:

Minahasa (Seluruh Wilayah), Tomohon (Seluruh Wilayah), Minahasa Utara (Bag. Selatan), Manado (Bag. Selatan,Timur) dan Bitung (Bag. Barat).

Bisakah Seseorang Dilacak Hanya dari Chip e-KTP? Ini Penjelasan Pakar Telematika

Mayat yang Terkubur Separuh di PJB Karangjates, Ternyata Dibunuh Anak Kandung untuk Tumbal

Curah Hujan Meningkat, Lontaan: Hindari Banjir dan Longsor

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved