Breaking News:

Kudeta Militer Myanmar

Polisi Myanmar Buru Demonstran, Tentara Myanmar Perketat Aturan Tamu yang Menginap

“Berdasarkan amandemen tersebut, warga akan menghadapi denda atau penjara jika mereka tidak melaporkan tamunya ke pihak berwenang setempat,”

Editor: Isvara Savitri
YE AUNG THU / AFP
Polisi anti huru hara memblokir jalan ketika pengunjuk rasa berkumpul untuk demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 6 Februari 2021. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masyarakat Myanmar kini diwajibkan kembali untuk melaporkan tamu yang bermalam di rumah mereka. 

Hal ini digencarkan oleh Tentara Myanmar karena polisi sedang giat memburu demonstran yang mengguncang negara tersebut sejak kudeta militer pada 1 Februari 2021.

Padahal, mantan pemerintahan sipil yang dipimpin Aung San Suu Kyi bersama kabinetnya yang kini ditahan telah mencabut peraturan tersebut.

Hal ini dilakukan pasca sepeninggalam pemerintahan militer yang berkuasa selama beberapa dekade.

Namun dilansir dari Reuters, amandemen Undang-Undang Administrasi Wilayah atau Desa, yang diumumkan pada Sabtu malam di halaman Facebook yang dikelola militer, adalah yang terbaru dari serangkaian perubahan legislatif yang diperkenalkan oleh militer.

Kondisi Myanmar Sekarang Memanas, Bentrok Aparat dan Demonstran Penentang Kudeta.
Kondisi Myanmar Sekarang Memanas, Bentrok Aparat dan Demonstran Penentang Kudeta. (AFP)

“Berdasarkan amandemen tersebut, warga akan menghadapi denda atau penjara jika mereka tidak melaporkan tamunya ke pihak berwenang setempat,” seperti yang ditulis Reuters, Minggu (14/2/2021),

Junta Myanmar pada hari Sabtu juga menangguhkan undang-undang yang membatasi pasukan keamanan untuk menahan tersangka atau menggeledah properti pribadi tanpa persetujuan pengadilan.

Junta Myanmar memerintahkan penangkapan pendukung terkenal dari protes massal terhadap kudeta bulan ini.

Kudeta tersebut telah memicu protes jalanan terbesar dalam lebih dari satu dekade dan telah dikecam oleh negara-negara Barat.

Amerika Serikat misalnya mengumumkan beberapa sanksi terhadap para jenderal yang berkuasa dan negara-negara lain juga mempertimbangkan tindakan-tindakan tersebut.

Kecelakaan Maut, Satu Keluarga Tewas Tersambar Kereta Api di Tangerang Karena Ragu-ragu

Baca juga: AS Kritik Laporan Covid-19 China ke WHO, Hubungan Dua Negara Semakin Memanas

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved