Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Sempat Tertahan di Uni Eropa, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Siap Diluncurkan

Sputnik V sudah siap diluncurkan di UE setelah melalui tahap penilaian awal.

Editor: Isvara Savitri
AFP/Joan Mabromata
Seorang petugas kesehatan menunjukkan botol vaksin Sputnik V di pusat vaksinasi untuk petugas kesehatan medis, di lapangan basket klub Argentina River Plate, di bawah tribun stadion Monumental, di Buenos Aires pada 2 Februari, 2020. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOSKWA - Program vaksinasi virus corona (Covid-19) Rusia yang menggunakan vaksin bernama Sputnik V akan segera diluncurkan.

Tadinya, program vaksinasi ini tertahan di Uni Eropa (UE).

Namun kini regulator pusat UE telah menyelesaikan tahap awal dalam proses penilaian Sputnik V.

Sputnik V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh Pusat Gamaleya Moskow, Rusia.

Dikutip dari laman Russia Today, Rabu (10/2/2021), European Medicines Agency (EMA) mengatakan kepada media Rusia pada hari Selasa kemarin bahwa proses konsultasi ilmiah saat ini telah selesai.

Tampak seorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V.
Tampak seorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V. (THE RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND/Handout via REUTERS)

"Sebagai langkah selanjutnya, perusahaan dapat menyiapkan aplikasi untuk sertifikat pendaftaran untuk pasar UE," kata seorang sumber dalam lembaga tersebut.

Pagi harinya, Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) yang mendanai pengembangan formula tersebut, mengumumkan bahwa mereka memiliki konfirmasi resmi dari EMA bahwa aplikasi tersebut telah diterima.

"Seberapa cepat dapat menerima persetujuan akhir untuk digunakan, ya sekarang terserah regulator saja," kata RDIF.

Pada bulan Januari lalu, UE mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan formula tersebut.

Kemudian RDIF mengatakan kepada wartawan pada saat itu bahwa mereka telah mengajukan pendaftaran Sputnik V di UE dan berharap formula itu ditinjau kembali pada Februari ini.

Putri Diana Sebut Lelaki Terseksi di Dunia ke Warren Buffet, Siapa Dia?

AS Berhenti Dukung Kampanye Militer Arab Saudi di Yaman, Bagaimana Dampaknya?

Berdasarkan tinjauan ini, EMA akan memutuskan otorisasi Sputnik V untuk UE.

Sejumlah negara anggota UE, sejak saat itu menyatakan optimisme mereka tentang prospek akses ke vaksin tersebut.

Pekan lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa ia membuka jalan bagi Jerman untuk menggunakan Sputnik V.

Ini disampaikan setelah data yang diterbitkan di Lancet menunjukkan efektivitas vaksin ini mencapai 91,6 persen melawan virus secara keseluruhan dan 100 persen melawan kasus Covid-19 dengan kondisi parah.

"Kami telah menerima data yang baik hari ini dari vaksin Rusia. Setiap vaksin diterima di UE, tetapi hanya setelah mendapatkan persetujuan EMA," kata Merkel.

ILUSTRASI vaksin Covid-19
ILUSTRASI vaksin Covid-19 (((SHUTTERSTOCK/solarseven))
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved