Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air
Fakta Baru Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Jatuh 4 Menit Setelah Lepas Landas
Beberapa fakta baru terungkap dalam laporan awal investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Rabu (10/2/2021) sore.
Kemudian pada pukul 14.40.05 WIB, FDR merekam ketinggian tertinggi, yaitu 10.900 kaki.
"Selanjutnya pesawat mulai turun, autopilot tidak aktif (disengage) ketika arah pesawat di 016 derajat."
"Sikap pesawat pada posisi naik (pitch up) atau hidungnya ke atas, dan pesawat miring ke kiri (roll)."
"Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri kembali berkurang sedangkan yang kanan tetap," jelas Nur Cahyo.
Lalu pada pukul 14.40.10 WIB, FDR mencatat autothrottle tidak aktif (disengage) dan sikap pesawat menunduk (pitch down).
"Sekitar 20 detik kemudian FDR berhenti merekam data," ungkapnya.
Diketahui Pesawat Sriwijaya SJ-182 mengangkut 62 orang yang terdiri dari 12 kru, 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.
4 Jenazah Korban Sriwijaya Air Belum Teridentifikasi

Personel Bakamla membawa temuan serpihan pesawat Sriwijaya Air PK-CLC nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta - Pontianak di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (18/1/2021). Badan SAR Nasional (Basarnas) kembali memperpanjang operasi pencarian Sriwijaya Air SJ-182 selama tiga hari hingga Kamis (21/1) dengan fokus pencarian korban.
• Caca Mantan Istri Andika Kangen Band Ditangkap dengan 9 Paket Sabu, Ini Reaksi Babang Tamvan
• Sosok Jayden Oosterwolde Pesepakbola yang Tolak Panggilan Timnas Indonesia, Ternyata Ini Alasannya
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri masih terus mengidentifikasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, 9 Januari 2021.
Setidaknya ada empat dari 62 jenazah yang belum teridentifikasi. Sebanyak 58 jenazah telah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.
"Masih (proses identifikasi) dan belum selesai," ujar Komandam Tim DVI Rumah Sakit Polri, Kombes Hery Wijatmoko saat dihubungi, Kamis (4/2/2021).
Hery menjelaskan, empat jenazah yang belum teridentifikasi di antaranya dua orang anak dan dua wanita dewasa.
Namun, Hery tak mengetahui identitas empat jenazah tersebut. "Dua anak dan dua wanita dewasa. Nama tidak bawa data saya," ucapnya.
Hery menjelaskan, proses identifikasi terhadap empat jenazah lebih membutuhkan waktu karena banyak bagian tubuh yang masih diperiksa.