Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Anies Baswedan

Anies Baswedan Hapus Normalisasi Sungai Dicetuskan Jokowi- Ahok, Alasannya Menentang Penggusuran

Anies Baswedan mempunyai alasan lebih memilih istilah naturalisasi ketimbang normalisasi.

Editor: Aldi Ponge
Tribunnews
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

Setelah dicanangkan Sutiyoso, normalisasi sungai di Jakarta kemudian dieksekusi saat kepemimpinan Jokowi - Ahok.

Jokowi ketika itu menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi, dan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2030.

Selanjutnya, normalisasi dilakukan dengan pengerukan sungai untuk memperlebar dan memperdalam, pemasangan
sheetpile atau batu kali untuk pengerasan dinding sungai, pembangunan sodetan, hingga pembangunan tanggul.

Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) pun memulai proyek tersebut sejak 2013 dengan target normalisasi 33 kilometer. Namun normalisasi terhenti saat baru tercapai 16 kilometer pada 2018.

Alasannya, Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies tak melakukan pembebasan lahan guna normalisasi.

Sejak kampanye Pilgub DKI 2017, Anies lebih sering memperkenalkan pendekatan naturalisasi dibanding normalisasi dalam mengatasi banjir.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan secara simbolis sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat melalui program Sertifikat Tanah untuk Rakyat Seindonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/1/2021). Hari ini, Presiden menyerahkan 584.407 sertifikat tanah di 26 provinsi dan 273 kabupaten/kota sebagai bentuk komitmen Pemerintah untuk terus mempercepat penyertifikatan tanah di seluruh Indonesia.

(FOTO: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan secara simbolis sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat melalui program Sertifikat Tanah untuk Rakyat Seindonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/1/2021). Hari ini, Presiden menyerahkan 584.407 sertifikat tanah di 26 provinsi dan 273 kabupaten/kota sebagai bentuk komitmen Pemerintah untuk terus mempercepat penyertifikatan tanah di seluruh Indonesia/SETPRES/AGUS SUPARTO)

Anies Angkat Bicara Soal Banjir Jakarta, Ini Selengkapnya

 Setelah sebelumnya sempat terendam banjir setinggi dua meter, banjir yang merendam permukiman warga di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa malam, sudah surut.

Warga mengatakan banjir mulai surut sejak Selasa pagi, hingga akhirnya pada Selasa sore, air benar-benar kering.

Meski sejumlah rumah telah dibersihkan oleh pemiliknya, sebagian warga masih tinggal di pengungsian, lantaran listrik di kawasan ini belum menyala.

Tak hanya di Rawajati. Banjir yang merendam permukiman warga di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, juga mulai surut.

Kesempatan ini dimanfaatkan warga untuk membersihkan rumah-rumah mereka dari endapan lumpur sisa banjir yang cukup tebal.

Sebelumnya, ketinggian banjir sempat mencapai satu meter lebih, kini tersisa tiga puluh hingga empat puluh sentimeter di beberapa titik.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut penanganan banjir di DKI Jakarta sudah terkendali.

Anies menyebut, Pemprov DKI telah mengantisipasi agar genangan banjir di Jakarta harus surut dalam kurun waktu enam jam, dan tidak boleh menimbulkan korban jiwa.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved