Ustaz Maaher Meninggal
Keinginan Ustaz Maheer yang Belum Terwujud, Kuasa Hukum: Selalu Begitu Permintaannya
Kuasa hukum Ustaz Maheer At-Thuwailibi, Djudju Purwantoro, membeberkan keinginan terakhir sang klien yang disampaikan ketika terakhir bertemu.
Ustaz Maheer At-Thuwailibi ditangkap pada awal Desember 2020 lalu.
Inilah Penyakit Ganas yang Menggerogoti Tubuh Ustadz Maheer, Padahal Baru 29 Tahun, Apa?
Kronologi meninggalnya tersangka ujaran kebencian, Maheer At-Thuwailibi, diungkapkan oleh pengacara.
Diberitakan sebelumnya, Maheer At-Thuwailibi atau Soni Eranata meninggal dunia di Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Jakarta Selasa, Senin (8/2/2021) malam.
Kabar meninggalnya Maheer dibenarkan oleh kuasa hukumnya, Djuju Purwamtoro.
"Iya betul berita itu," kata Djuju saat dikonfirmasi, Senin (8/2/2021).
Kronologi Meninggalnya Maheer
Menurut Djuju, Maheer meninggal dunia sekira pukul 7 malam di Rutan Mabes Polri.
Setelah itu, sekira pukul 8 malam, jenazah Maheer dibawa ke RS Polri.
"Beliau meninggal sekitar jam 7 malam tadi di Rutan Mabes Polri. Sekitar jam 8 sudah dibawa ke RS Polri," ungkap Djuju.
Djuju mengatakan Maheer meninggal dunia karena sakit luka usus di lambung yang dideritanya dalam beberapa waktu terakhir.
"Sekitar seminggu lagi baru kembali ke RS Polri abis perawatan," jelas dia.
Sebelum meninggal dunia, Maaher sempat dimintakan proses pembantaran ke RS UMMI pada 3 hari lalu.
Namun, pengajuan pembantaran tersebut belum mendapat balasan hingga akhirnya meninggal dunia pada hari ini.
"Tiga hari lalu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, hari Kamis saya sudah kirimkan surat agar yang bersangkutan kembali dirawat di RS UMMI Bogor atas permintaan keluarga," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ustaz-maheer-dianggap-melecehkan-habib-luthfi-meski-maheer-telah-memberikan-kalrifikasi.jpg)