Abu Janda

Abu Janda Akhirnya Bertemu Natalius Pigai, Difasilitasi Anak Buah Prabowo

Pertemuan Natalius Pigai dan Permadi Arya atau Abu Janda serta Sumfi Dasco Ahmad terlihat dilakukan dengan santai.

Editor: Aldi Ponge
Sumber: istimewa
Sufmi Dasco Ahmad Pertemukan Natalius Pigai dan Abu Janda 

“Ini urusan saya sama Bang Pigai. Kok, jadi orang lain yang laporin. Mungkin ada keinginan, mungkin,” ujarnya.

Abu Janda menegaskan dirinya tidak ingin Natalius Pigai dihina oleh netizen.

Wanita dan Semua Keluarganya Meninggal setelah Sembunyikan Hasil Tes Covid-19, di Mana?

Itu dibuktikan dengan menghapus tweet dirinya ke Natalius Pigai setelah direspons oleh follower dengan kata-kata bermakna “body shaming” ke Natalius Pigai.

Datangi Kediaman Ketua Pemuda Muhammadiyah, Abu Janda: Mohon Maaf atas 

Aktivis media sosial Permadi Arya alias Abu Janda mendatangi kediaman Ketua umum  Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto, di Jakarta,  Sabtu (6/2/2021).

Kedatangan Abu Janda untuk meminta maaf dan menjelaskan duduk perkara cuitannya "Islam arogan". 

"Untuk seluruh kyai Muhammadiyah, untuk kiyai Haedar Nasir, kiyai Anwar Abbas, kiyai Abdul Muti, dan seluruh keluarga besar Muhammadiyah yang saya cintai, nuwun sewu, ngapunten nggih, mohon maaf atas kesalahpahaman ini,” kata Abu Janda melalui video yang dibagikan, Sabtu (6/2/2021).

Abu Janda kembali menjelaskan soal cuitannya yang menimbulkan perkara hingga dilaporkan ke Bareskrim Polri.

 “Maksudnya Islam yang datang belakangan dari Arab yaitu Islam Wahabi, bukan menggeneralisasi seluruh Islam,” kata Abu Janda.

Sementara Cak Nanto, panggilan bagi Sunanto, menyatakan menerima permintaan maaf Abu Janda. Namun, terkait proses hukum yang berjalan, sepenuhnya menjadi kewenangan Polri.

“Saya kira teman-teman sekalian, sahabat-sahabatku, kader-kader Pemuda Muhammadiyah secara pribadi tentu permohonan maaf kita terima.

Sebagai sesama muslim tentu akan menjadi kewajiban kita untuk memaafkan semua kesalahan, biarkan hukum tetap berjalan, semoga hukum tetap berada pada jalurnya untuk menegakkan kebenaran,” pesan Cak Nanto.

Menurutnya, karena laporan sudah masuk dan berproses di kepolisian, Muhammadiyah tidak bisa ikut campur.

“Karena sudah masuk ke ranah hukum, saya kira biar hukum kepolisian tetap berjalan, dan semoga berdasarkan fakta dengan keadilan dan kejujuran yang putuskan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved