Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kudeta Militer di Myanmar

Rakyat Bergerak, Protes Apa Yang Dilakukan Militer, Turun ke Jalan Bawa Balon Merah

Kondisi terkini di Myanmar hingga hari ini pasca kudeta militer. Sudah dua hari ini terjadi protes besar besaran dari masyarakat.

YE AUNG THU / AFP
Polisi anti huru hara memblokir jalan ketika pengunjuk rasa berkumpul untuk demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 6 Februari 2021. 

NetBlocks Internet Observatory melaporkan bahwa konektivitas turun ke 16% dari tingkat biasa pada sore hari.

Militer juga sebelumnya telah memblokir Facebook, Twitter, dan Instagram.

Militer Myanmar telah menunjukkan bahwa mereka yakin dapat "menutup dunia dan melakukan apa pun yang diinginkannya," kata Phil Robertson, wakil direktur divisi Asia Human Rights Watch.

"Mereka akan membuka jendela dan mengintimidasi, menangkap dan menyiksa semua orang yang berani berbicara."

"Pertanyaannya adalah berapa lama orang dapat melakukan ini dan apakah akan ada perpecahan dalam jajaran polisi atau militer. "

Sementara itu, media yang dikelola pemerintah, MRTV terus menampilkan adegan-adegan yang memuji militer sepanjang hari pada hari Sabtu, menurut Reuters.

Meskipun internet mati, beberapa ribu pengunjuk rasa berkumpul di dekat Universitas Yangon.

Banyak yang memakai ikat kepala merah, warna partai Liga Nasional untuk Demokrasi.

Mereka juga mengangkat tangan memberi hormat tiga jari, gerakan yang juga digunakan oleh pengunjuk rasa pro-demokrasi Thailand yang melambangkan perlawanan.

"Saya selalu tidak menyukai militer tetapi sekarang saya benar-benar muak dengan mereka," kata Maea, 30 tahun.

Barisan polisi anti huru hara memblokir jalan-jalan di tempat demo, dan dua truk meriam air diparkir di dekatnya.

Beberapa pengunjuk rasa kemudian bubar, tetapi yang lain tetap di tempat kejadian.

Menurut Agence France-Presse, hingga sore hari, tidak ada bentrokan yang terjadi.

Setidaknya dua kelompok demonstran lainnya pawai melalui bagian lain kota utama Myanmar, dan AFP melaporkan bahwa sebanyak 2.000 orang berbaris lebih jauh ke utara di Mandalay.

Protes hari Sabtu itu adalah yang terbesar sejak militer merebut kekuasaan pekan lalu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved