Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kudeta Militer di Myanmar

Rakyat Bergerak, Protes Apa Yang Dilakukan Militer, Turun ke Jalan Bawa Balon Merah

Kondisi terkini di Myanmar hingga hari ini pasca kudeta militer. Sudah dua hari ini terjadi protes besar besaran dari masyarakat.

YE AUNG THU / AFP
Polisi anti huru hara memblokir jalan ketika pengunjuk rasa berkumpul untuk demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 6 Februari 2021. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kini rakyat terus turun melakukan aksi Protes.

Turun ke jalan dengan jumlah yang tak sedikit.

Di hari kedua menggelar aksi, hari ini Minggu 7 Februari 2021, jumlah masyarakat mencapai puluhan ribu orang

Terjadi di Myanmar. Rakyat turun tangan untuk memprotes kudeta militer yang terjadi.

Kejadian ini terjadi di kota terbesar Myanmar pada hari ini melansir Reuters.

Ada ribuan masyarakat lainnya di seluruh negeri itu turut memprotes kudeta militer.

Rakyat juga memprotes terkait penahanan pemimpin de Facto Aung San Suu Kyi beserta pejabat lainnya pekan lalu.

Massa di Yangon, ibu kota komersial, membawa balon merah, warna yang mewakili Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Suu Kyi, sambil meneriakkan, “Kami tidak ingin kediktatoran militer! Kami ingin demokrasi! "

Militer Myanmar merebut kekuasaan pada Senin dini hari yang memicu kemarahan internasional dan membuat transisi demokrasi negara Asia Tenggara bermasalah.

Pada hari Sabtu, puluhan ribu orang turun ke jalan dalam protes massal pertama sejak kudeta, saat militer memutus akses internet dan membatasi saluran telepon.

Pada hari Minggu pagi, kerumunan besar-besaran dari seluruh penjuru Yangon berkumpul di kotapraja Hledan, yang menyebabkan lalu lintas macet.

Mereka mengibarkan bendera NLD dan memberi hormat tiga angka yang telah menjadi simbol protes terhadap kudeta.

Pengemudi membunyikan klakson dan penumpang mengangkat foto pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Suu Kyi.

Adegan yang disiarkan di Facebook adalah sedikit dari beberapa video yang berhasil keluar dari negara itu sejak militer menutup internet dan membatasi saluran telepon pada hari Sabtu.

Tidak ada komentar dari junta di ibu kota Naypyitaw yang berlokasi lebih dari 350 km (220 mil) utara Yangon.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved