MENGENAL Parosmia, Gejala Baru Covid-19, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Gejala parosmia dialami beberapa penderita long covid, atau orang yang tak kujung sembuh saat terinfeksi virus corona.
Untuk mengatasi parosmia yang disebabkan oleh faktor lingkungan, efek samping pengobatan, atau merokok bisa disembuhkan dengan mengantisipasi penyebab utamanya.
Pada beberapa kasus, cara mengatasi parosmia dilakukan dengan tindakan operasi.
Dokter juga merekomendasikan untuk melakukan terapi dengan zinc, vitamin A, dan obat antibiotik untuk mempercepat penyembuhan.
Selain itu, penderita parosmia juga diarahkan untuk melatih indera penciuman seperti terapi untuk anosmia.
Cara penyembuhan parosmia dengan terapi bau ini bisa dilakukan dengan mencium empat jenis aroma yang berbeda tiap pagi.
Dengan terapi ini, memori indera penciuman penderita kembali diasah.
Umumnya, parosmia bisa sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
Lamanya pemulihan masalah kesehatan ini tergantung pada penyebabnya.
Untuk parosmia yang disebabkan oleh virus dan bakteri, umumnya penciuman akan pulih dalam waktu dua atau tiga tahun.
--
Muncul gejala baru Covid-19, hal ini sebagai akibat dari bermutasinya virus corona menjadi virus-virus baru.
Beberapa infeksi yang muncul di tubuh memang menghasilkan gejala yang berbeda-beda, termasuk Covid-19.
Salah satunya adalah gejala baru ini.
Disebutkan adanya gejala baru dari Covid-19, yaitu Covid Tongue.
Gejala ini disebut menyerupai sariawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/virus-corona-6677.jpg)