Korban Sriwijaya Air
Feeling dr Sumy Hastry dan Kesaksian Ahli Forensik Tim Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ182
Selama proses identifikasi, beragam hal ditemukan tim terutama kondisi para korban. Setiap jasad yang dikirimkan tak lagi utuh.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini kesaksian Ahli Forensik dr Sumy Hastry Purwanti yang bertugas mengidentifikasi jenazah korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182.
Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang membawa penumpang dari Jakarta ke Pontianak itu jatuh di Perairan Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021.
Hingga Sabtu 6 Februari 2021, sebanyak 58 korban berhasil diidentifikasi.
Sedangkan empat korban lainnya belum.
Selama proses identifikasi, beragam hal ditemukan tim terutama kondisi para korban.
Setiap jasad yang dikirimkan kepadanya untuk diidentifikasi dalam kondisi tak lagi utuh.
Tak sedikit dari jasad yang hanya menyisakan sebagian kecil dari bagian tubuh mereka.
Kendati demikian, setiap bagian tubuh tersebut menjadi teramat penting untuk mengungkap identitas mereka.
Sumy Hastry dan jajaran tim DVI Mabes Polri berupaya maksimal terus mengungkap bagian tubuh jenazah yang ditemukannya.
Baginya, apa pun temuan di lapangan bisa menjadi petunjuk penting identifikasi.
Hal tersebut diungkapkannya saat berbincang dalam YouTube Denny Darko.
Lebih lanjut, ahli forensik ini menilai, para korban Sriwijaya Air meninggal dunia dalam keadaan tidak merasakan sakit.
Kondisi bagian tubuh memperkuat bukti jika pesawat hancur karena hantaman dengan air yang begitu keras.

"Dilihat dari serpihan dan body parts, itu kecepatannya luar biasa. Berarti bener-bener crash lewat hantaman air," terangnya.
Dokter Sumy juga menjelaskan kalau menurutnya para korban tak merasakan sakit karena kejadian tabrakannya terjadi sangat cepat.