Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

OPINI POLITIK

Nak… Saya Prihatin, Kamu Kok Malah Kasih Panggung Buat Moeldoko?

Tidak ada salahnya kalau Jenderal (Pur) Moeldoko mau nyapres. Tidak ada salahnya pula kalau Pak Jokowi – katanya – “merestui”. Memangnya kenapa?

Editor: Aswin_Lumintang
Tribun News
Kepala Staf Presiden; Jenderal (Purn) Moeldoko dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono 

Oleh: Andre Vincent Wenas

Tidak ada salahnya kalau Jenderal (Pur) Moeldoko mau nyapres.

Tidak ada salahnya pula kalau Pak Jokowi – katanya – “merestui”.

Memangnya kenapa? Dan tidak ada salahnya kalau banyak kader Partai Demokrat mau Kongres Luar Biasa. Lha itu ada kok di AD/ART.

Justru dengan bikin konpers model begitu, dimana Ketum AHY dengan sinyalemennya tentang “kemungkinan adanya kudeta internal melalui mekanisme KLB” membuat banyak orang mengernyitkan kening.

Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ((Sumber: KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI))

Mereka yang dulu pernah ikut pelatihan organisasi dan kepemimpinan sewaktu SMA pun bisa saling melirik satu sama lain.

Contradictio in terminis, mana ada “kudeta” yang internal, dan melalui mekanisme KLB internal partai pula?

Itu mah proses atau dinamika biasa saja dalam organisasi.

Jika ada faksi yang tidak puas dengan kepemimpinan suatu organisasi, setelah melalui dinamika tertentu secara internal, lalu mengusulkan kongres luar biasa. So what?

Bukankah kalau ada ketidakpuasan internal, semestinya pimpinan partai (Ketum) segera membereskan secara internal.

Coaching and counselling kek, road-show ke DPD-DPC kek, seraplah aspirasi sambil menyampaikan bagaimana ide-ide cemerlangnya bisa membuat ‘turn-around’ partai yang sudah hampir megap-megap itu.

Kita teringat, dalam rumusan manajemen perubahan (change management) senantiasa mengandung dua elemen: rasionalitas argumentasi dan emosionalitas keterlibatan.

Sampaikan saja program-program yang rasional dan cerdas, serta ikat emosionalitas mereka dalam kesatuan visi-misi yang menantang, dimana mereka merasa terlibat,

sehingga mau berpartisipasi serta senantiasa dimampukan untuk bisa berkontribusi dalam program-program partai.

AHY yang – paling tidak – punya modal-sosial yang lumayan, dan – klaimnya – juga punya modal-politik (dukungan definitif dan orisinal dari DPD-DPC) seyogianya bisa segera mengapitalisasi itu semua. Itulah unjuk kerja manajer-leader sebuah partai politik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved