Rekening FPI
Di Rekening FPI Polisi Temukan Satu Transaksi yang Mengarah ke Istri Teroris JI, Apa Itu JI?
Kabar terbaru penyelidikan rekening dari FPI. Diketahui dalam rekening FPI ada temuan mengejutkan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar terbaru penyelidikan rekening dari FPI.
Diketahui dalam rekening FPI ada temuan mengejutkan.
Ternyata ada transaksi dengan jaringan teroris.
• Prakiraan Cuaca Kamis 4 Februari 2021, BMKG: Yogyakarta, Pontianak hingga Kupang Diprediksi Hujan
• Profil Dewinta Illinia Sumartono, Anak Sri Mulyani, Miliki Kepandaian Turunan dari Ibu
• HASIL LIGA INGGRIS, Manchester City Raih Tiga Point saat Lawan Burnley, Citizens Jauhi Man United
Foto : Rekening FPI mengalami pemblokiran. (Via Kompas TV/Istimewa)
Polisi menemukan sebuah transaksi dari rekening yang terafiliasi FPI mengarah pada seorang istri teroris.
Temuan itu berdasar hasil analisa 92 rekening oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Polisi menyebut transaksi tersebut mengarah pada Tazneen Miriam Sailar, istri teroris Jamaah Islamiyah (JI) Asep Ahmad Setiawan alias Abu Ahmad.
JI adalah jaringan teroris Asia Tenggara yang terkait Al-Qaeda.
JI adalah jaringan teroris yang dulu dipimpin Hambali, tahanan penjara Guantanamo dan dalang bom Bali dan bom JW Marriot.
“Jadi saya ulangi bahwa yang bersangkutan adalah istri dari seorang warga negara Indonesia atas nama Asep Ahmad Setiawan alias Abu Ahmad dan yang bersangkutan telah meninggal dunia di tahun 2014,” ungkap Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Rabu (3/2/2021) dikutip dari Kompas.TV.
Abu Ahmad tewas dalam pertempuran di Suriah pada 2014.
Tazneen sendiri adalah warga negara Inggris. Polisi masih mendalami peran Tazneen.
“Ini masih pendalaman, peran dari WN Inggris ini masih didalami. Jadi saya hanya katakan bahwa suaminya yang terlibat (terorisme), sementara peran dari istri saudara Asep Ahmad Setiawan masih didalami penyidik Densus 88," tandasnya.
Saat ini Tazneen Miriam masih berada di rumah detensi. Ia termasuk dalam daftar terduga teroris.
"Didetensi bukan ditahan. Perihal deportasi, Rumah Detensi (Imigrasi) Jakarta masih menunggu Kedutaan Besar Inggris untuk memfasilitasi," kata Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Ahmad Nursaleh.