Penangkapan Teroris
19 Terduga Teroris Ternyata Anggota FPI Aktif, Akui Berbaiat ke ISIS hingga Siap Bom Bunuh Diri
Sebelumnya Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap 19 terduga teroris tersebut pada 6 dan 7 Januari 2021 di Makassar.
Andi Baso terlibat pengeboman Gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur pada 2016. Andi Baso jugalah yang memasukkan Rullie Rian Zeke dan Ulfa Handayani ke Filipina secara ilegal.
“Jadi di kelompok ini ada ibu bapak dan menantu terlibat dalam aksi terorisme,” ujar Rusdi.
Polri: Kelompok Teroris Gorontalo Merencakanan Sejumlah Penyerangan
Karo Penmas Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, dari 26 orang ini, 7 di antaranya merupakan tersangka teroris dari Gorontalo. Sementara 19 orang lainnya berasal dari Makassar.
26 orang tersebut, diduga menjadi bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.
Menurut Rusdi, 7 orang yang merupakan kelompok Gorontalo, telah merencanakan sejumlah serangan.
"Kelompok ini telah merencanakan kegiatan-kegiatan, antara lain penyerangan ke Mako Polri, rumah dinas anggota Polri, dan rumah pejabat di Gorontalo. Juga berencana melakukan aksi perampokan pada beberapa toko di sekitar Gorontalo," terangnya.
Rusdi mengatakan, kelompok teroris dari Gorontalo itu telah melakukan berbagai latihan fisik, seperti memanah, bela diri, melempar pisau, dan menembak dengan senapan angin.
Selain itu, kelompok tersebut juga mempunyai kemampuan merakit bom.
"Kelompok teroris dari Makassar juga memiliki berbagai rencana yang berpotensi mengganggu stabilitas serta keamanan dan ketertiban masyarakat," lanjutnya.
Anggota FPI Tersangka Teroris Akui Berbaiat ke ISIS
Salah satu tersangka teroris yang juga anggota FPI, Muhammad Aulia, dalam rekaman video mengaku telah berbaiat atau mendeklarasikan dukungan kepada ISIS, Pimpinan Abu Bakar Al Baghdadi.
Pada bulan Januari tahun 2015 lalu. Aulia kemudian ditangkap densus 88 pada enam Januari lalu.
Dalam acara deklarasi berbaiat terhadap ISIS, aulia menyebut beberapa pimpinan FPI ikut hadir dalam acara tersebut di antaranya munarman yang pernah menjabat sebagai sekretaris umum FPI.
Menurut Aulia, ia ditangkap karena berbaiat ke Daulatul Islam pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi, yang menurutnya didukung oleh FPI pada Januari 2015 lalu.