Kecelakaan Lalu Lintas
Masih Ingat Kecelakaan Maut Tugu Tani, Tragedi Nahas yang Renggut 9 Orang Tewas, Ini Kronologinya
Sekitar 9 tahun lalu yang lalu, terjadi kecelakaan maut di kawasan Tugu Tani di Jalan M.I. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sekitar 9 tahun lalu yang lalu, terjadi kecelakaan maut di kawasan Tugu Tani di Jalan M.I. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat.
Kecelakaan itu melibatkan kendaraan mobil yang menabrak belasan pejalan kaki.
Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan 9 korban meninggal dunia.
• Mantan Hirup Obat Batut Lelaki RT Naik Pitam, Mahasiswa Tombatu Jadi Korban, Ditinju Berkali-kali
• Masih Ingat Sopir Truk Cantik Devi Nuraisyah? Lihai Lewati Tanjakan Maut, Kini Makin Banyak Fans
• Menkes Budi Gunadi Minta Tambah 132 Triliun untuk Penanganan Covid, DPR: Bukan, Total Rp 200 Triliun
Foto: Sejumlah warga berdatangan untuk melihat lokasi kejadian kecelakaan maut di halte bus Tugu Tani, Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta, Selasa (24/1/2012). (BANAR FIL ARDHI)
Kejadian itu tepatnya pada 22 Januari 2012, sebuah kecelakaan maut terjadi di kawasan Tugu Tani di Jalan M.I. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat.
Sebuah mobil yang dikendarai Afriyani Susanti (29) dari arah Hotel borobudur di Lapangan Banteng oleng lalu menabrak 12 pejalan kaki di trotoar, serta merusak halte bus.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.15 WIB.
Akibatnya, lima orang tewas di lokasi, empat tewas dalam perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta Pusat, dan sisanya mengalami luka-luka.
Tanggal 22 Januari kemudian ditetapkan sebagai Hari Pejalan Kaki Nasional untuk mengenang kejadian nahas tersebut.
Pengemudi di bawah pengaruh narkoba dan minuman keras
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto dan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nugroho Aji Wijayanto secara terpisah menegaskan Afriyani ada di bawah pengaruh narkoba dan minuman keras ketika mengemudi.
Selain Afriyani, mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi B 2479 XI tersebut dinaiki oleh tiga penumpang lain, yakni Adistina Putri (25), Ari Sendi (34), dan Deni Mulyana (30).
"Keempat orang itu saat pemeriksaan memberikan keterangan berbelit-belit.
Mengaku rem mobilnya blong, setelah kami cek, remnya ternyata tidak blong.