Berita Bitung
Diskusi Publik Bahas Isu Lingkungan, 'Dulu Bebas Banjir, Kini Langganan Banjir'
Sejumlah isu lingkungan, terangkat dalam diskusi publik Biji Itang Bicara Bitung dengan tema 'Bencana Melanda, Kebingungan Pemerintah
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG – Sejumlah isu lingkungan, terangkat dalam diskusi publik Biji Itang Bicara Bitung dengan tema 'Bencana Melanda,
Kebingungan Pemerintah atau Kesadaran Masyarakat Belum Maksimal' berlangsung di Kedai Biji Itang.
Pelaksanaan diskusi publik yang menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung Sadat Minabari, aktivis lingkungan Ferdy Wolter Pangalila dan Cristofel pengrajin limbah, Sabtu pekan lalu.
Isu lingkungan yang di bahas, di antaranya ketika turun hujan di Kota dengan julukkan kota Cakalang ini, beberapa wilayah langsung terendam air.
• PNS Pemprov Dibekali Keterampilan Bikin Sambutan Gubernur Sulut
• Perda Inisiatif DPRD Tomohon Minim, Ini Tanggapan Pengamat Politik
• Berpotensi Pimpin Golkar Sulut, Jerry Sambuaga: Masih Fokus Jalankan Tugas Sebagai Wamendag
“Lokasi yang dulunya bebas banjir kini malah menjadi langganan banjir setiap hujan. Contohnya wilayah Kakenturan yang termasuk wilayah bebas banjir, kini malah menjadi lokasi baru banjir semenjak adanya proyek tol,” kata aktivis lingkungan, Ferdy Pangalila.
Padahal kata dia, secara aturan dalam pembangunan yang bersingungan dengan perubahan bentangan alam, wajib hukumnya mengantongi dokumen lingkungan yakni Amdal.
Namun kata dia, pembukaan lahan baru untuk pemukiman dan proyek tol masih mengabaikan dokumen Amdal.
Kalaupun ada, dokumen itu terkesan disembunyikan dengan tujuan menghindari konsekuensi yang harus diikuti para pekerja proyek.
• Gadis Cantik Galatia Chatarina Karamoy Bangga Bisa Ikut Pemilihan Putera Puteri Nusantara Sulut
• Konsumsi Miras Bersama, Pria Asal Desa Paso Dianiaya Tiga Temannya
“Contohnya dokumen Amdal proyek tol. Harusanya pihak tol membuat sumur resapan di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan pemukiman.
Tapi kenyataannya tidak demikian, akibatnya saat hujan pemukiman menjadi “sumur resapan” alami,” jelasnya
Dia berharap, sejumlah instansi yang berkaitan dengan masalah lingkungan dan dampaknya tegas dan berkaloborasi untuk menegakkan aturan lingkungan agar bencana bisa diantisipasi dari awal
“Dinas Lingkungan Hidup, PUPR, Perkim dan BPBD harus bersama-sama melakukan antisipasi awal. Lakukan pencegahan mulai dari hulu, sebelum bencana terjadi mereka sudah action mengingatkan soal realisasi dokumen Amdal,” tandasnya.
• Install WhatsApp Mod? Ternyata Berbahaya Loh, Berikut 4 Risiko Jika Menggunakannya
• Mario Mandagie Digadang Calon Ketua Karang Taruna Oleh Sejumlah Tokoh Muda Minsel
• 19 Korban Bom Terima Kompensasi Hingga Ratusan Juta, Khofifah Gratiskan Pengobatan Hingga Sembuh
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Bitung, Sadat Minabari tak memungkiri apa yang disampaikan Ferdy.
Menurutnya, selama ini memang koordinesi antar instansi seperti yang disampaikan Ferdy belum berjalan dengan baik dan nanti bereaksi ketika sudah terjadi bencana.
“Kedepannya itu akan kami matangkan dengan harapan kita lebih tanggap pencegahan dibandingkan saat bencana,” kata Sadat.
Selain pembukaan lahan baru, faktor lain yang menyebabkan munculnya banjir setiap hujan adalah kondisi drainase di Kota Bitung yang perlu penataan kembali karena belum terkoneksi dengan baik.
Ditambah lagi, kondisi drainase kita yang tersumbat dengan material pasir dan tanah mengakibatkan air begitu gampang meluap saat hujan.(crz/rls)
• Suami Murka Tahu Istri Selingkuh, Rencanakan Pembunuhan, Racuni Istri Tapi Bayi Mereka Ikut Tewas
• Masih Ingat Chef Cantik Renatta Moeloek? Diajak Taaruf Lewat Email, Pelamar Lampirkan Data Dirinya
• Inter Milan VS Juventus, Simak Prediksi Hasil Leg Pertama Semifinal Coppa Italia
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/diskusi-publik-di-bitung.jpg)