Torang Kanal
Kisah Gadis Cantik Ezra Kornella Kandou, Menang Melawan Keterbatasan Fisik
Gadis cantik bernama lengkap Ezra Kornella Kandou menceritakan bagaimana kisah hidupnya semenjak di kandungan ibunya
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Gadis cantik bernama lengkap Ezra Kornella Kandou menceritakan bagaimana kisah hidupnya semenjak di kandungan ibunya, hingga sekarang yang akan genap 20 tahun meskipun ada keterbatasan fisik.
"Sejak mama mengandung Ezra sudah tahu bahwa keadaannya lemah, ada dua pilihan yang muncul pada saat itu, apakah akan dipertahankan atau tidak yang mungkin sebagian orang tua akan memilih tidak," kata gadis kelahiran Tomohon, 27 April 2001.
Bagi perempuan yang bercita-cita menjadi seorang PNS katakan mungkin ada yang takut jangan sampai anak mereka terjadi apa-apa jika dibiarkan untuk hidup.
Hal itu membuat Ezra bangga atas keputusan kedua orangtuanya, untuk memilih dipertahankan atau mengizinkan Ezra hidup dan menerima tanpa memikirkan apa yang akan terjadi.
• Besok Vaksinasi Covid-19 Berlangsung di Minsel
• Tak Pakai Masker, 6 Pengendara Sepeda Motor Dapat Teguran
• Minsel Masuk Zona Merah Covid-19, Polres Tak Akan Ragu-Ragu Bertindak
Wanita yang hobi membaca dan mendengar musik rohani sangat memuji Tuhan Yesus,
jika Tuhan berkenan pada bulan April akan genap usia 20 tahun walaupun dengan keterbatasan fisik yang dimiliki belum berbicara lancar, tetapi Tuhan Yesus baik selalu mengajarkan untuk terus mengucap syukur dalam segala hal.
"Bayi atau anak-anak lain seperti Ezra memasuki usia setahun sudah bisa berjalan bahkan berlari, tetapi berbeda dengan Ezra, memasuki usia setahun jangankan berjalan duduk bahkan berguling-guling di tempat tidurpun belum bisa," tambah anak kedua dari dua bersaudara ini.
• Gadis Cantik Mira Senen Tegur Mereka yang Tak Pakai Masker
• GMIM Kakaskasen Pniel Rayahkan Ibadah Syukur HUT Ke 176
Adik dari Christmas Kandou ST melanjutkan, kemudian mama dan papa membawa Ezra di salah satu rumah sakit di Manado, dan harus diterapi mulut dan tulang.
Terapi tersebut dilakukan secara rutin pada hari Senin sampai Jumat selama hampir dua bulan tetapi tidak ada hasilnya sama sekali.
Karena usia pada saat itu berada di lingkungan orang sakit, akhirnya mama dan papa menghentikan terapi tersebut.
"Kemudian mama dan papa membawa Ezra ke salah satu hamba Tuhan di Manado bernama ibu Rita saat itu sekitar tahun 2002 pertama kali untul didoakan.
Menurut kesaksian mama dan papa dalam doa pertama kali, ada ungkapan bahwa Ezra akan berjalan dan berbicara seperti anak-anak lainnya," ucap anak dari Marthen H Kandou ST MSi dan ibu Isjenie Kalalo ini.
• Ini Harapan Kepala Desa Cantik Gita Ratnasari Tuuk Pada Tribun Manado
• Dino Gobel Resmi Pimpin DPD Masyarakat Sadar Wisata Sulut
Dalam doa berikutnya ada ungkapan dalam tiga hari, mama dan papa akan melihat keajaiban Tuhan dalam kehidupan Ezra dan ternyata keajaiban Tuhan.
"Dan ternyata dinyatakan mama kaget dan terharu melihat Ezra sudah bisa berdiri sendiri di kursi kecil dan mengangkat kedua tangan, sehingga terkejut dan sampai menangis karena itu pertama kalinya," kata perempuan yang pernah meraih prestasi di kuliah, semester 1 - 3 mendapat IPK lebih dari 3 ini
Mama dan papanya rutin membawa Ezra ke hamba Tuhan tersebut untuk didoakan, dan pada akhirnya ungkapan doa benar-benar dinyatakan,