Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Internasional

Fenomena Sindrom Yerusalem, Gangguan Psikologis Aneh yang Menimpa Wisatawan di Kota Suci

Yerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia dan sangat penting bagi orang Kristen, Yahudi dan Muslim.

Editor: Rizali Posumah
AP/Mahmoud Illean
Seorang wanita Muslim mengambil foto selfie di samping Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa, Haram Asy-Syarif di kota tua Yerusalem, Jumat, 6 November 2020. 

Bagi banyak penderita (kebanyakan pengunjung Inggris dan Amerika), itu dimulai dengan kecemasan dan isolasi diikuti dengan obsesi pada ritual pemurnian.

Banyak penderita mulai memakai tempat tidur hotel sebagai tiruan dari pakaian alkitabiah dan mulai bernubuat.

Mereka sering mulai berteriak, berteriak, atau menyanyikan mazmur, ayat-ayat dari Alkitab, atau lagu religi.

Dalam beberapa kasus, delusi turis begitu kuat sehingga polisi Yerusalem terpaksa turun tangan.

Dr Bar El mengatakan kepada BBC bahwa dia telah merawat beberapa Yesus Kristus, satu atau dua Perawan Maria, dan satu Simson.

“Yerusalem seperti magnet yang menarik orang, beberapa dari mereka sakit jiwa, beberapa dari mereka dengan keyakinan agama yang dalam; aneh, orang langka,” katanya.

“Orang yang benar-benar waras tiba di sini sebagai turis biasa dan di sini mereka mengembangkan jenis Sindrom Yerusalem tertentu.

“Mereka datang ke sini dengan gambaran ideal dan tidak sadar tentang tempat-tempat suci di Yerusalem, dan ketika mereka melihat tempat-tempat suci yang sebenarnya mereka tidak dapat mengatasinya."

"Mereka mengembangkan reaksi psikotik ini untuk membangun jembatan di antara gambaran-gambaran berbeda tentang Yerusalem,” tambahnya.

Menurut British Journal of Psychiatry, ada tiga jenis orang yang terkena sindrom Yerusalem:

Tipe I mengacu pada individu yang telah didiagnosis memiliki penyakit kesehatan mental sebelum mengunjungi Israel.

Tipe II mencakup orang-orang dengan gangguan kepribadian dan obsesi dengan gagasan-gagasan tetap, tetapi tidak memiliki penyakit mental yang jelas.

Tipe III termasuk orang-orang yang tidak memiliki riwayat penyakit mental, tetapi mengalami episode psikotik saat berada di kota.

Meskipun Sindrom Yerusalem pertama kali diidentifikasi secara klinis beberapa dekade yang lalu, bukti menunjukkan bahwa sindrom ini berasal dari abad pertengahan. (*)

Kenali 4 Tanda Awal Tubuh Anda Terinfeksi Covid-19

BOCORAN Ikatan Cinta Malam Ini, Nino Tak Dapat Berkas Kasus Pembunuhan Roy, Justru Tanya ke Al

Jalannya Sidang Pendahuluan PHP Pilkada Boltim di MK, Berikut Dalil Permohonan SBRG

SUMBER: https://intisari.grid.id/read/032534187/munculnya-sindrom-yerusalem-sebuah-gangguan-psikologis-aneh-yang-menimpa-wisatawan-di-kota-suci-fenomena-apa-ini?page=all

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved