PMI
Darurat! 28 Kantong Darah Untuk 700 Ribu Jiwa, Kisah Para Napi Pendonor Darah
Stok darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bolaang Mongondow (Bolmong) kritis
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Stok darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bolaang Mongondow (Bolmong) kritis.
Hanya tersisa 28 kantong darah.
Padahal UTD tersebut musti menangani se-Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang terdiri dari empat
Kabupaten dan satu kota.
Jumlah penduduknya sesuai sensus 701.186 jiwa. Berarti 28 kantong darah banding 700 ribu jiwa.
• KPP Pratama dan KPPN Manado Teken Rekonsiliasi bersama Pemkot Tomohon
• CS-WL Persiapkan Pembentukan Tim Percepatan Pelayanan Publik
• Kecelakaan Maut, Remaja 14 Tahun Kendarai Mobil, Tabrak 8 Pemotor di Lampu Merah, 1 Pengendara Tewas
Pendemi Covid menyebabkan minat pendonor berkurang.
Koordinator Teknis UTD PMI Bolmong Wawan Pomalato mengungkapkan, stok darah terbanyak saat ini adalah O yakni sebanyak 16 kantong.
A 2 kantong, B 9 kantong dan AB 1 kantong," ujarnya kepada Tribun Manado Jumat (29/1/2021) pagi via ponsel.
Ungkap dia, jumlah tersebut tergolong super minim.
• Rupiah Kembali Menguat Hari Ini Jumat 29 Januari 2021, Berada di Posisi Angka Rp 14.058 per Dolar AS
• Pasangan Suami Istri Tewas Ditabrak Remaja Mabuk Pakai Mobil Curian, Padahal Baru Umumkan Kehamilan
Jumlah kebutuhan warga per bulan mencapai 500 kantong. "Ini minim sekali," kata dia.
Mirisnya, di saat darurat, daerah luar BMR sering ambil darah di unit tersebut.
"Dari RS di Manado juga ambil di sini kalau butuh," katanya.
Ia mengajak warga untuk menggalakkan kegiatan donor darah.
Hal tersebut untuk mengisi kekurangan stok darah.
• Ingat Setya Novanto, Eks Ketua DPR RI Terdakwa Korupsi? Kini Keluar Sel Bawa Sabit Kenakan Jogger
• Kabar Buruk Bagi Perokok Aktif, Harga Rokok Naik, Berlaku 1 Februari, Jadi Berapa Harganya?
INDAHNYA MENDONOR
Donor darah telah menjadi gaya hidup sejumlah warga Sulut.