PMI
Darurat! 28 Kantong Darah Untuk 700 Ribu Jiwa, Kisah Para Napi Pendonor Darah
Stok darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bolaang Mongondow (Bolmong) kritis
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
Seperti kebiasaan nonton bioskop, para pendonor ini mendonorkan darah sebulan sekali, dua kali atau dua minggu sekali. Beberapa pendonor mengaku kecanduan,
hingga merasa "hilang" jika absen mendonor.
Para pendonor berasal dari sejumlah kalangan, dari ASN, TNI/Polri, pegawai swasta hingga siswa.
Di belakang para pendonor ini, ada seseorang yang bertugas memberi motivasi.
Tugas mereka adalah mendorong orang untuk mendonor serta menjaga minat mereka untuk mendonor.
Sebuah tugas yang maha berat. Seperti yang dilakoni oleh David Tuera.
Pria yang sehari - harinya bertugas di kanwil Kamenkumham Sulut ini punya andil besar pada tumbuhnya budaya mendonor di kalangan kanwil Kemenkumham.
Tiga bulan sekali, donor darah dilakukan seluruh pegawai kemenkumham, lapas serta imigrasi. Belakangan turut seluruh narapidana di lapas.
• Masih Ingat Ratna Sari Dewi, Istri Presiden Soekarno? Tetap Cantik dan Awet Muda di Usia 82 Tahun
"Para napi juga aktif mendonorkan darah," kata dia kepada Tribun beberapa waktu lalu.
Dikatakannya, tak mudah membujuk seseorang, apalagi napi untuk mendonorkan darahnya. Pada awalnya ia mengalami kesulitan.
"Mereka umumnya skeptis," kata dia.
David tak menyerah. Ia menggunakan pendekatan keagamaan. Kepada Napi, David mengatakan, inilah saat para napi berbuat kebajikan.
"Apalagi ada aturan napi yang empat kali mendonorkan darahnya dalam setahun akan mendapat sebulan remisi," kata dia.
• Warga Apresiasi Kinerja Kapolsek Tikala, Usai Banjir Tiba Lebih Dulu Bantu Warga Bersihkan Lumpur
Dari "dipaksa" para napi ini belakangan jadi senang mendonor. Beberapa diantara mereka mengaku merasa sehat usai mendonor.
Ada pula yang mengaku alami ketenangan batin usai mendonor.