Berita Minut
Pemkab Minut Siapkan Rp 5,6 Miliar Bayar Gaji Honorer
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara saat ini telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,6 miliar, untuk membayar gaji tenaga harian lepas
Penulis: Erlina Langi | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara saat ini telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,6 miliar, untuk membayar gaji tenaga harian lepas (THL) tahun kemarin yang sempat tertunda.
Hal tersebut, diungkapkan Kepala Badan Keuangan Minahasa Utara Petrus Macarau, saat diwawancarai Tribun Manado Kamis (21/1/2021).
Ia menjelaskan pembayaran gaji THL tersebut akan dilakukan usai pencairan Siltap yang direncanakan Pekan ini.
"Kemungkinan pembayaran gaji THL akan dilakukan pada pekan depan, sehingga diharapkan para honorer dapat bersabar," ujar dia.
Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Pagi, Pelajar dan Polisi Tewas, Satu Warga Lainnya Luka Berat
Baca juga: Korban Kebakaran di Sondana Numpang di Rumah Tetangga
Baca juga: Kotamobagu Miliki 2.948 KPM Bantuan Pangan Non Tunai
Baca juga: Minsel Jadi Zona Merah Covid-19, Kadis Kesehatan: Jangan Lalai Pakai Masker
Meski begitu, tambah Macarau untuk pembayaran gaji THL menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, dimana yang akan terakomodir hanya gaji bulan Desember.
"Hanya perawat dan guru honorer yang akan terbayarkan sesuai tunggakan gaji, sehingga diharapkan ini dapat dimengerti," tandasnya. (drp)
Guru Honorer
Tak kunjung menerima hak selama enam bulan sejak Juli hingga Desember 2020, sejumlah perwakilan guru honorer di Minut langsung menyambangi gedung DPRD, pada Kamis (7/1/2021)
Didampingi Aktivis William Luntungan, para tenaga honorer tersebut langsung diterima Wakil Ketua DPRD Minut Olivia Mantiri.
Dalam kesempatan itu Sandra SF Makalew (46), salah satu perwakilan guru mengaku sangat kesulitan secara finansial akibat penundaan gaji satu semester tersebut.

"Jangankan uang untuk transportasi ke sekolah, makan dirumah saja susah, bahkan terpaksa harus ngutang untuk menutupi biaya hidup," ujarnya.
Ia mengaku sebagai manusia rasanya ingin menyerah untuk mengajar anak-anak, namun entah kenapa terus ada dorongan untuk tetap mengajar.
"Mungkin karena rasa tanggung jawab dan cinta saya terhadap anak-anak, meski kesulitan saya terus berusaha mengajar," tuturnya.
Baca juga: Lowongan Kerja di PT Indofood Dibuka, Ada 8 Bidang untuk Lulusan SMA/SMK dan D3/S1, Ini Cara Daftar
Baca juga: Irjen Wahyu Widada Sosok yang Antar Komjen Listyo Sigit ke DPR, Lulusan Terbaik Peraih Adhi Makayasa
Makalew mengaku memang pasca-pandemi, jadwal belajar tatap muka TK dihilangkan, namun tetap saja, butuh transport untuk mengajar luring, meski jadwalnya tidak setiap hari
Sementara Lily Paeli (31) salah satu guru mengaku meski tak terima gaji selama enam bulan namun mereka memilih bungkam.