Breaking News:

PT Antam

Kasus Langka, Pengadilan Hukum PT Antam Bayar 1,1 Ton Emas ke Pengusaha Budi Said

Majelis hakim PN berpendapat, PT Antam selaku tergugat I bertanggung jawab terhadap tindakan dan seluruh akibat Endang Kumoro.

(TRIBUN/WAHYU SULISTIYAWAN)
Petugas menunjukan logam mutia di Butik Emas Antam, Komplek pertokoan DP Mal, Jalan Pemuda, Semarang, Selasa (4/8/2015). (TRIBUN/WAHYU SULISTIYAWAN) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ini kasus langka. PN Surabaya menghukum PT Antam untuk membayar 1,1 ton emas kepada Budi Said.

Pengusaha asal Surabaya, Jawa Timur, itu menang atas gugatannya pada PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Majelis hakim Martin Ginting menghukum Antam untuk membayar kerugian senilai Rp 817,4 miliar atau setara 1,1 ton emas kepada Budi Said.

Perkara diadili di PN Surabaya dengan nomor perkara 158/Pdt.G/2020/PN Sby dan diketuai majelis hakim Martin Ginting.

Dikutip dari Surya, Senin (18/1/2021), kronologi kasus tersebut berawal saat Budi membeli ribuan kilogram emas melalui Eksi Anggraeni selaku marketing dari Antam senilai Rp 3,5 triliun.

Dari 7.071 kilogram yang disepakati antara saksi Budi Said dengan Eksi Anggraeni, emas batangan yang diterima hanya sebanyak 5.935 kilogram.

Sedangkan selisihnya 1.136 kilogram tidak pernah diterima Budi.

Padahal menurut pengakuan Budi Said, uang telah diserahkan ke PT Antam.

Budi Said menyebut, saat itu dirinya tertarik membeli emas Antam lantaran tergiur dengan program potongan harga yang dijelaskan terdakwa.

Namun setelah melakukan pembayaran melalui transfer secara bertahap, kekurangan emas yang dibeli tidak kunjung diterima oleh Budi Said.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved