Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ombak Laut Tinggi di Minut

Gelombang Pasang Hantam Desa Gangga Satu, 11 Rumah Rusak

Gelombang pasang yang terjadi Minggu (17/1/2021) kemarin, turut berdampak bagi masyarakat di daerah kepulauan di Kabupaten Minahasa Utara.

Penulis: Erlina Langi | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado/ Don Ray Papuling
Rumah Rusak dihantam gelombang pasang tinggi 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Gelombang pasang yang terjadi Minggu (17/1/2021) kemarin, turut berdampak bagi masyarakat di daerah kepulauan di Kabupaten Minahasa Utara.

Pasalnya gelombang pasang yang terjadi kemarin,

turut merusak rumah warga pesisir di Pulau Gangga, tepatnya di Desa Gangga Satu, Kecamatan Likupang Barat.

Dalam amatan Tribun Manado, sedikitnya ada 11 rumah warga yang rusak akibat dihantam gelombang pasang tersebut.

Baca juga: Wanita Cantik Asal Tondano Meliamega Fehr, Harap Pemimpin Peduli Masyarakat yang Ditimpa Bencana

Baca juga: Pedagang di Jalan Roda Manado Kini Pakai QRIS BRI

Baca juga: Update Covid-19 Global 18 Januari 2021: Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Lebih dari 95,4 Juta

Baca juga: Cuaca Ekstrem Membuat Nelayan Sulit Melaut, Harga Ikan di Pasar Mengalami Kenaikan

Nampak salah satu rumah yang mengalami kerusakan cukup parah hingga toilet dan dapurnya terpisah dari badan rumah.

Sedangkan untuk rumah warga lain, nampak batu-batu penghalang ombak yang terbawah gelombang berserakan halaman depan

Kepala BPBD Kabupaten Minahasa Utara, Jofita Supit saat dikonfirmasi Tribun Manado, Senin (18/1/2021) mengatakan,

Baca juga: Nicola Gratteri, Jaksa Italia yang Berupaya Hacurkan Mafia Terkenal Kejam dan Sadis di Dunia

Baca juga: Kamala Harris Pilih Jadi Wapres, Mundur dari Senator, Ancaman Keamanan Gladi Resik Joe Biden Diundur

gelombang pasang kemarin memang berdampak pada tiga desa pesisir, yakni Gangga I, Airbanua dan Tambun.

"Namun Ganga Satu yang terdampak paling parah yang mengakibatkan 11 rumah rusak. Meski begitu patut disyukuri, sebab kejadian tersebut, tidak memakan korban jiwa," ucapnya

Supit menambahkan BPBD juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, untuk melakukan evakuasi bagi warga di pesisir

Baca juga: Paus Fransiskus Berdoa untuk Korban Gempa Sulbar dan Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air

Baca juga: Guru SMA Bongkar Kelakuan Asli Listyo Sigit Prabowo saat Sekolah, Kini Jadi Calon Tunggal Kapolri

"Mereka dipindahkan ke lokasi yang lebih aman agar untuk sementara dapat menghindari dampak gelombang pasang yang saat ini diprediksikan masih akan terus terjadi," jelas dia.

Ia mengatakan, memang mengingat kondisi cuaca saat ini, belum ada personil yang diberangkatkan ke kepulauan untuk membantu proses evakuasi.

"Tapi kami sudah berkoordinasi dan tadi kita sudah membangun posko di Polsek Likupang untuk penanganan bencana," tandasnya. (drp)

Baca juga: Pemuda Ini Bikin Orang Takut Saat ke Masjid, Bertato Mata Dajjal Hingga Setan, Ini Kisah Hijrahnya

Ombak Tinggi

Cuaca buruk juga melanda Kota Manado sejak Jumat (15/1/2021), berlangsung hingga Minggu (17/1/2021).

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved