Cuaca Ekstrem di Manado
Cuaca Ekstrem Membuat Nelayan Sulit Melaut, Harga Ikan di Pasar Mengalami Kenaikan
Selain karena faktor cuaca, kendaraan melaut mereka yaitu perahu banyak yang rusak karena diterjang ombak tinggi pada Minggu (17/1/2021).
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Cuaca ekstrem yang melanda Kota Manado sejak Jumat (15/1/2021) hingga Senin (18/1/2021) membuat nelayan tidak bisa melaut.
Selain karena faktor cuaca, kendaraan melaut mereka yaitu perahu banyak yang rusak karena diterjang ombak tinggi pada Minggu (17/1/2021).
Terhalangnya nelayan untuk mencari ikan di laut ini tentu juga berdampak terhadap harga penjualan ikan di pasar.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu penjual ikan di Pasar Bersehati bernama Aldy (30).
Biasanya ia menjual ikan tuna dengan harga Rp 24 ribu per kg sekarang menjadi Rp 50 ribu per kg.
Sedangkan ikan cakalang, biasanya ia jual dengan harga Rp 58 ribu per tujuh ekor, namun sekarang hanya Rp 50 ribu per lima ekor.
"Yang paling mahal sekarang malah ikan oci, biasanya Rp 30 ribu-Rp 35 ribu per kg sekarang jadi Rp 50 ribu per kg," ujar Aldy, Senin (18/1/2021).

Steven sendiri mengambil ikan dari TPI Tumumpa yang tentu terdampak langsung oleh aktivitas nelayan di sekitarnya.
Sama seperti Aldy, Steven (35) juga mengambil ikan jualannya dari TPI Tumumpa.
"Ikan laut semua naik sekarang. Rata-rata naiknya Rp 5 ribu- Rp 10 ribu seperti Malalugis yang tadinya Rp 20 ribu per kg menjadi Rp 30 ribu per kg," jelasnya.
Selain itu, ikan mujaer juga mengalami kenaikan dari Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 35 ribu per kg.
Steven pun mengatakan bahwa ikan oci yang justru kenaikkannya paling tinggi, yang tadinya dijual hanya Rp 35 ribu per kg menjadi Rp 50 ribu-Rp 60 ribu per kg.
Berbeda dengan Aldy dan Steven, Abdul (55) yang mengetahui harga ikan di Manado naik ia memilih mengambil barang dagangannya dari tempat lain seperti Gorontalo, Likupang, atau Belang.
"Semua harga ikan normal, tuna tetap Rp 75 ribu per kg dan ikan deho Rp 20 ribu dapat empat ekor," kata Abdul.
Abdul memilih mengambil ikan dari daerah lain agar harga ikan yang ia jual tidak naik.