Breaking News:

Kasus Dugaan Ijazah Palsu

Karena Ijazah Putri Bupati Minut, DKPP Perintahkan Copot Jabatan Ketua KPU Minahasa Utara

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) melayangkan teguran keras kepada lima Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa Utara.

Istimewa
Shintia Gelly Rumumpe (SGR) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) melayangkan teguran keras kepada lima Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa Utara.

Mereka yang mendapat teguran keras adalah, Stela Runtu, Darul Halim, Hendra Samuel Lumanauw, Robby Manopo, dan Dikson Lahope.

Dalam putusannya, DKPP memerintahkan agar Stela Runtu dicopot sebagai Ketua KPU Minahasa Utara. Darul Halim, sebagai Divisi Teknis KPU Minahasa Utara juga diminta untuk dicopot dari jabatannya.

DKPP beralasan, kelima Komisioner KPU tersebut telah melanggar kode etik saat Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa Utara.

Mereka diadukan dalam dua perkara yakni, Perkara 130-PKE-DKPP/X/2020 dan nomor 141-PKE-DKPP/XI/2020.

Kelima komisioner ini dilaporkan atas kasus ijazah palsu yang diarahkan kepada Calon Bupati Minahasa Utara Shintia Gelly Rumumpe yang juga putri Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan.

Perkara 130-PKE-DKPP/X/2020 diadukan Noldy Awuy, sedangkan 141-PKE-DKPP/XI/2020 oleh Efraim Kahagi.

Dalam laporannya, para pelapor menuding kelima komisioner ini telah melakukan pelanggaran kode etik terkait dokumen persyaratan Calon Bupati Minahasa Utara atas nama Shintia Gelly Rumumpe. Shintia terindikasi menggunakan ijazah yang dilegalisir bukan oleh pejabat yang berwenang.

Perkara 131-PKE-DKPP/X/2020 dan 142-PKE-DKPP/XI/2020 juga diadukan oleh pengadu yang sama yakni Noldy Awuy dan Efraim Kahagi.

Keduanya mengadukan Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Minahasa Utara yakni Simon Awuy, Rahman Ismail, dan Rocky Ambar selaku Teradu I sampai III.

Sebelumnya, Shintia Gelly Rumpumpe dilaporkan karena saat pendaftaran di KPU Minut memasukan ijazah SMA Pelita Tiga nomor 3 Pulogadung Jakarta Timur yang dilegalisir Dinas Pendidikan Jakarta Timur tanggal 4 September 2020.

Disamping itu telah ditemukan juga foto Surat Keterangan nomor: 078/SMA/PT.3/C.2/IX/2020 yang menyatakan bahwa Shintia Rumumpe telah menunjukan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) asli dari pihak sekolah.

SK sekolah pada tanggal 26 September 2020. Surat tersebut mencabut surat keterangan sebelumnya nomor: 118/SMA/PT.3/C.2/IX/2019 dimana, pihak sekolah melalui Kepala Sekolah Ahmad Aru Patria menyebutkan bahwa nama Shintia Gelly Rumumpe tidak ditemukan dalam daftar buku induk siswa maka pihak sekolah meragukan keabsahan foto copy STTB yang dimiliki Shintia.(*)

Editor: muhammad irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved