Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BRI Manado

BRI Manado Tumbuhkan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19, Restrukturisasi Kredit Tembus Rp 2,8 Triliun

Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah (BRI Kanwil) Manado berkomitmen membantu pelaku UMKM

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Pinwil BRI Manado, Rudy Andimono menjelaskan kinerja bisnis di tahun 2020, khususnya terkait upaya menjaga performa UMKM di tengah pandemi di kantornya, Gedung BRI Kanwil Manado lantai 7, Rabu (06/01/2020) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah (BRI Kanwil) Manado berkomitmen membantu pelaku UMKM untuk bisa bertahan dan tumbuh di tengah pandemi Covid-19.

Wujud dari komitmen itu, BRI Kanwil Manado telah melakukan restrukturisasi bagi nasabah yang berhak di tengah pandemi yang telah berjalan hampir setahun ini.

Sejak keluarnya Peraturan OJK nomor 11 tahun 2020 tentang pemberian restrukturisasi bagi nasabah perbankan dan LJK lainnya yang terdampak Covid-19, BRI Manado langsung menindaklanjuti kebijakan tersebut.

Pinwil BRI Manado, Rudy Andimono mengungkapkan, selang Maret hingga Desember pihaknya telah melakukan restrukturisasi kredit mencapai Rp 2,8 triliun.

Baca juga: Tawuran Antar-Kelompok di Kecamatan Measaan, Kapolsek Minta Warga Saling Tahan Diri

Baca juga: Polres Minahasa Tangkap 6 Tersangka Penganiayaan Menewaskan Lerry Kapoh

Baca juga: Pemkab Boltim Siapkan 7 Kendaraan Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan

"Angka itu merupakan kredit bagi 39 ribu lebih debitur kami di Sulut," kata Rudy, Rabu (06/01/2021).

Katanya, untuk nilai restrukturisasi kredit sekantor wilayah yang meliputi Sulut, Gorontalo, Sulteng dan Malut mencapai  Rp 6,4 triliun.

Suasana pelayanan nasabah di BRI Cabang Manado, Rabu (06/01/2021). Sepanjang tahun 2020, BRI Kanwil Manado merestrukturisasi Rp 2,8 triliun kredit debitur terdampak Covid-19.
Suasana pelayanan nasabah di BRI Cabang Manado, Rabu (06/01/2021). Sepanjang tahun 2020, BRI Kanwil Manado merestrukturisasi Rp 2,8 triliun kredit debitur terdampak Covid-19. (Tribun Manado / Fernando Lumowa)

"Jumlah itu mencapai sekitar 60 persen dari total outstanding kami," jelasnya.

Bentuk keringanan yang diberikan BRI bagi debitur yang layak menerima beragam. Tergantung kondisi masing-masing.

Baca juga: Kotamobagu Bakal Dapat 1.375 Vaksin Covid, Prioritas untuk Tenaga Kesehatan

Baca juga: 6.000-an Tenaga Kesehatan di Manado Akan Divaksin Covid-19 Secara Bertahap

Relaksasi yang diberikan berupa penurunan suku bunga, grace period pembayaran bunga hingga penundaan pembayaran pokok pinjaman.

"Restrukturisasi tergantung kondisi masing-masing debitur," jelasnya.

Ia bilang, di tengah pandemi masih ada usaha yang masih bisa bertahan dan ada yang memang tak bisa beraktivitas sama sekali.

"Makanya kita memberikan restrukturisasi agar UMKM yang notabene sebagian besar nasabah kami tidak kolaps," jelasnya.

Baca juga: Gubernur Olly Dondokambey Gerak Cepat Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Kabupaten Sangihe

Lebih lanjut, kata Andimono, pemberian restrukturisasi ternyata sangat membantu debitur, khususnya UMKM.

Itu tergambar dari success rate atau keberhasilan dari restrukturisasi yang diberikan.  Sebanyak 80 persen debitur bisa melanjutkan kredit dan usahanya tetap jalan.

Bahkan, angka keberhasilan restrukturisasi BRI di tingkat nasional jauh lebih besar. Angkanya mengapa 90-an persen

"Harapan kami tahun ini usaha para nasabah kami, khususnya pelaku UMKM bisa bangkit sehingga membantu pemulihan ekonomi nasional," jelas Rudy.(ndo)

Baca juga: Jokowi Siap Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin, Setelah Izin BPOM Terbit

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved