Penanganan Covid
Para Ahli Sebut Jerman Hadapi Gelombang Kebangkrutan & Pengangguran Jika Kembali Perpanjang Lockdown
Terkait kasus virus coroan yang tengah melanda dunia. Diketahui sampai saat ini negara-negara di dunia masih terus berjuang melawan Covid-19.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait kasus virus coroan yang tengah melanda dunia.
Diketahui sampai saat ini negara-negara di dunia masih terus berjuang melawan Covid-19.
Salah satunya Jerman yang kembali memperpanjang lockdown, namun berdampak pada kebangkrutan dan banyak pengangguran.
Baca juga: Kecelakaan, Guru Agama Luka Parah, Mobil Polisi Hilang Kendali Tabrak Jamaah saat Hindari Mobil Lain
Baca juga: TNI AD Buka Rekrutmen Taruna Akmil dan Bintara untuk Lulusan SMA/MA, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Baca juga: Jika Anda Mengerjakan Sholat Dhuha, 8 Keutamaan ini Akan Anda Dapatkan
Pemerintah Jerman kemungkinan akan memperpanjang penguncian nasional (lockdown), setelah berakhir pada 10 Januari 2021, karena masih tingginya tingkat infeksi virus corona (Covid-19).
Sebelumnya, Pemerintah Jerman memang telah memberlakukan pembatasan sosial secara nasional sebelum momen perayaan Natal, termasuk melakukan penutupan restoran dan sebagian besar toko.
Para ahli seperti dikutip surat kabar lokal Die Welt menyatakan, jika langkah-langkah itu tetap diterapkan,
maka negara tersebut akan menghadapi gelombang kebangkrutan serta angka pengangguran yang meningkat.
Dikutip dari Russia Today, Selasa (5/1/2021), Presiden Institut Jerman untuk Riset Ekonomi (DIW Berlin) Marcel Fratzscher mengatakan,
dalam sebuah wawancara menyatakan, bangkrutnya perusahaan akan berdampak buruk pada ekonomi masyarakat dan pada akhirnya meningkatkan angka pengangguran.
"Jika perusahaan bangkrut, maka pembayaran jangka pendek kepada para pekerja tidak akan
membantu pengangguran yang diperkirakan akan meningkat," jelas Fratzscher.
Fratzscher memprediksi beberapa perusahaan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
terhadap para pekerjanya dan mengalami kebangkrutan tanpa adanya pekerjaan baru dalam waktu dekat.
Kanselir Jerman Angela Merkel diperkirakan akan bertemu dengan
Perdana Menteri negara bagian pada hari Selasa waktu setempat.