Gantung Diri
Merasa Tak Diterima Keluarganya, Mbah Ramijo Nekat Gantung Diri, Tinggalkan Pesan Disecarik Kertas
Tinggalkan pesan untuk anaknya. Mbah Ramijo nekat mengakhiri hidupnya. Diketahui Korban tak diterima keluarga hingga terpaksa hanya hidup menumpang.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tinggalkan pesan untuk anaknya.
Mbah Ramijo nekat mengakhiri hidupnya.
Diketahui Korban tak diterima keluarga hingga terpaksa hanya hidup menumpang.
Baca juga: Ramalan Zodiak Karier Minggu 3 Januari 2021, Besok Tugas Cancer Numpuk, Libra Perlu Kumpul Tenaga
Baca juga: Bersyukur Lolos Maut, Kakak Beradik Ini Derita Patah Kaki, Selamat dari Kecelakaan Beruntun
Baca juga: Masih Dilanda Covid-19, WHO Sebut Ada yang Lebih Mematikan dari Virus Corona Bakal Melanda Dunia
Wasiat mbah Ramijo dalam secarik kertas ditemkan usai gantung diri.
Mbah Ramijo (68) meninggalkan secarik kertas berisi pesan tulisan yang ditujukan kepada anaknya.
Hal itu diungkapkan Kapolsek Semarang Timur Iptu Budi Antoro.
"Ya ada secarik kertas yang ditunjukan ke anaknya dan alasan dia mengakhiri hidup," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (2/2/2021).
Menurutnya, surat itu cukup pendek.
Hanya memberikan ucapan selamat tinggal kepada anak laki-lakinya.
Korban merasa lebih baik mengakhiri hidup karena merasa tak diterima di keluarganya sehingga terpaksa hidup menumpang.
Intinya, ada persoalan keluarga namun tak dijelaskan detail di surat tersebut.
"Tulisan wasiat itu ditutup dengan kalimat selamat tinggal untuk anaknya dan tanda tangan korban," bebernya.
Diberitakan sebelumnya, Ramijo (68) ditemukan gantung diri di sebuah kios warung di Jalan Rejosari 1 RT 1 RW 10 Kelurahan Rejosari, Semarang Timur Kota Semarang, Sabtu (2/1/2021) pukul 06.30 WIB.
Korban pertama kali ditemukan oleh pemilik warung saat hendak membuka warungnya.
"Saya kaget melihat korban sudah tergantung," ujar pemilik warung Kasirah (63).