Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tips Kesehatan

Hindari Menggunakan Cutton Bud, Ini Cara Membersihkan Telinga yang Baik dan Benar

Penggunaan cotton bud yang salah bahkan bisa menyebabkan luka pada bagian dalam telinga hingga merusak fungsi pendengaran.

Editor: Ventrico Nonutu
mirror.co.uk
Ilustrasi membersihkan telinga dengan cutton bud. 

dr. Hutami menerangan secara anatomis, serumen sebenarnya bisa keluar sendiri bersama debu berkat dorongan mekanisme otot pipi saat seseorang mengunyah makanan.

Tapi memang tidak semua jenis serumen bisa demikian.

Kotoran telinga yang bersifat padat biasanya perlu bantuan untuk dapat dikeluarkan.

Maka dari itu, dia pun menganjurkan masyarakat untuk bisa melakukan perawatan telinga secara rutin ke dokter maksimal 6 bulan sekali.

Dalam perawatan tersebut, dokter biasanya akan memeriksa kondisi serumen di dalam telinga.

Jika sudah menumpuk dan mengganggu kenyamanan, kotoran telinga itu bisa dikeluarkan.

dr. Hutami, menyampaikan dokter THT sedikitnya memiliki 3 teknik dalam membersihkan telinga.

Teknik tersebut akan dilakukan sesuai kebutuhan atau kondisi pasien.

Berikut yang bisa dilakukan dokter THT:

1. Serumen diambil dengan alat kalau wujudnya kering

2. Irigasi atau memasukan cairan NACL steril ke dalam telinga dengan harapan kotoran bisa keluar

3. Microsuction, di mana dokter akan memanfaatkan alat khusus yang dapat menyedot kotoran telinga

“Pemeriksaan telinga baik dilakukan untuk anak-anak maupun orang dewasa paling tidak maksimal enam bulan sekali,” terang dia.

Cara membersihkan telinga secara mandiri

dr. Hutami tak menampik, masyarakat awam sebenarnya boleh-boleh saja membersihkan kororan telinga secara mandiri.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved