Sejarah
Gencatan Senjata Natal 25 Desember 1914: Tentara yang Berseteru di PD 1 Saling Memberi Selamat
Perang membawa kehancuran, duka, dan kesengsaraan bagi kedua belah pihak yang berseturu. Banyak dari korban perang justru adalah warga sipil.
Kerumunan besar terbentuk. Salah satu dari kedua belah pihak telah menemukan bola karet kecil dan pertandingan sepak bola menyatukan mereka. Meskipun fakta bahwa itu hanya berlangsung satu jam dan dan tak memakai wasit.
Seperti yang diharapkan, kebahagiaan tak bisa bertahan dan selalu berlalu dengan cepat.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di The Guardian, Orang Inggris berterima kasih atas genjatan senjata dan mereka bisa bermain sepak bola lagi.
Apa yang disebut Gencatan Senjata Natal tahun 1914 datang hanya lima bulan setelah pecahnya perang di Eropa dan merupakan terakhir yang dilakukan.
Pada 1915, konsep genjatan senjata sudah tak terpikirkan lagi oleh kedua belah pihak.
Baca juga: 24 Desember 1818 Lagu Silent Night Pertama Kali Ditampilkan, Sejarah Berawal dari Organ Rusak
Baca juga: 50 Daftar Ucapan Selamat Natal 2020 dalam Bentuk Teks, Bisa untuk Status Seluruh Media Sosial
Baca juga: Gubernur Khofifah Tunjuk Whisnu Sakti Buana Plt Wali Kota Surabaya, ICW: Jabatan Mensos Risma Cacat
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "25 Desember 1914, Gencatan Senjata Natal Saat Perang Dunia I, Dua Kubu Pesta Bersama"