Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Gencatan Senjata Natal 25 Desember 1914: Tentara yang Berseteru di PD 1 Saling Memberi Selamat

Perang membawa kehancuran, duka, dan kesengsaraan bagi kedua belah pihak yang berseturu. Banyak dari korban perang justru adalah warga sipil.

Editor: Rizali Posumah
NET
Foto ini merekam pertandingan sepakbola persahabatan antara tentara Inggris dan Jerman saat gencatan senjata di Hari Natal. 

Pada titik di sepanjang front timur dan barat, prajurit Rusia, Perancis, dan Inggris bahkan mendengar pasukan Jerman dalam nyanyian suka cita mereka.

Pada saat fajar menyingsing, banyak tentara Jerman muncul dari parit mereka dan mendekati Sekutu pada tanah yang netral. Pasukan Jerman berteriak "Selamat Natal" menggunakan bahasa lawannya.

Pasukan Sekutu khawatir

Awalnya muncul kekawatiran ketika pasukan Jerman mendatangi garis perbatasan. Pasukan Sekutu pun mulai mempersiapkan persenjataan mereka.

Namun, karena pasukan Jerman datang tak membawa senjata, kedua pihak kemudian berani mendekat dan mulai mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.

Akhirnya momen ini disambut tentara Sekutu dengan baik dan saling menukar senyuman.

Pada pria bertukar hadiah, rokok dan saling menyanyikan lagu Natal bersama-sama.

Selain itu ada juga momen makan bersama di antara mereka. Tampaknya, momen Natal yang penuh dengan kedamaian membuat kedua belah pihak yang berseturu untuk rehat dalam perang.

Gencatan senjata Natal 1914 bukanlah gencatan senjata tidak resmi pertama dari konflik besar ini, tetapi tentu saja salah satu yang terakhir.

Suara percakapan pihak lain, tawa, rintihan dan nyanyian menggantikan suara tembakan dan hujan batu.

Kontroversi sepak bola

Beberapa sumber menyatakan, kebahagiaan antara kedua belah pihak dalam merayakan Natal terdokumentasi dengan permainan sepak bola. Mereka memainkan sepak bola di garis perbatasan Belgia.

Seorang prajurit berusia 19 tahun di Resimen Cheshire 6 Batalyon bernama Ernie Williams yang ditempatkan di dekat Belgia, menggambarkan bagaimana sepak bola menyatukan kedua pihak. Williams juga menceritakan kisahnya yang direkam pada 1983.

Menurut Williams, bola muncul dari suatu tempat. Tak ada yang tak tahu dari mana asalnya bola, namun kedua belah pihak berkumpul dan saling memberikan umpan untuk bermain sepak bola. Semua orang tampaknya menikmati permainan sepak bola itu.

Dalam jurnal yang ditulis oleh Letnan Charles Brockbank yang merupakan anggota Batalion Cheshire ke-6, permainan berlangsung tak lama setelah Jerman berteriak dan keluar dari parit. Salah satu dari mereka keluar di depan tanpa senapan atau senjata.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved