Penanganan Covid19
Orang yang Perlu Tes Swab dan Tahapan Pemeriksaan Swab
Waktu yang dianjurkan untuk melakukan tes swab adalah dua hari setelah seseorang dalam kondisi tertentu menderita batuk, demam, atau sesak napas.
1. Orang dengan kategori suspek karena ada gejala sesak napas, sakit tenggorokan, batuk, disertai demam 38 derajat Celcius.
2. Orang yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19.
3. Orang yang terkonfirmasi reaktif berdasarkan hasil rapid test.
4. Orang yang berpergian keluar kota atau luar negeri pada 14 hari terakhir.
Pengambilan spesimen dilakukan maksimal dua hari setelah munculnya gejala seperti batuk, demam, dan sesak napas.
Berikut tahapan melakukan pemeriksaan swab:
1. Melalui hidung
Pasien diminta duduk di kursi.
Pasien diminta untuk meniup napas melalui hidung guna memastikan tidak ada sumbatan.
Pasien diminta untuk mendongakkan kepala dan tenaga kesehatan akan memasukkan alat swab (flocked swab) berukuran 6 inci atau sekitar 15 sentimeter dengan ujung terdapat kapas yang dipilin.
Alat ini dimasukkan perlahan ke dalam lubang hidung hingga mentok ke bagian belakang hidung atau nasofaring.
Alat swab ini diputar pelan beberapa kali selama sekitar 15 detik di bagian dalam belakang hidung.
Gunanya agar cairan terserap sempurna. Selama proses ini pasien akan merasa sedikit tidak nyaman.
Sampel cairan pasien kemudian langsung ditempatkan di sebuah tabung kecil khusus berulir di bagian atasnya (cryotube) dan patahkan tangkai plastik alat swab kemudian ditutup rapat.
Jangan lupa memberi nama orang yang dites usap pada cryotube dengan pulpen atau spidol.