Hari Natal
SEJARAH Pohon Natal, Bermula dari Jerman, Dipopulerkan Ratu Inggris, Tiba di Amerika Lebih Dulu
Pohon Natal modern yang kini dapat dilihat saat Hari Raya Natal tiba berasal dari Jerman, tepatnya barat Jerman.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Natal merupakan hari yang spesial bagi umat Kristiani.
Hari raya Natal yang dirayakan setiap tanggal 25 Desember kini tinggal menghitung hari.
Hari Natal sangat identik dengan pohon natal.
Biasanya pohon Natal dipasang di rumah bahkan di tempat-tempat umum.
Pohon Natal adalah salah satu tradisi yang selalu ada dalam Hari Raya Natal.
Orang-orang yang merayakan Natal menghias pohon cemara dengan berbagai hiasan.
Biasanya, pohon Natal dihias dengan lampu warna warni, ornamen perayaan Natal, dan bintang di pucuk pohon.
Susunan kado di bawah pohon Natal membuat pohon Natal semakin meriah.
Lantas, mengapa pohon Natal erat kaitannya dengan Hari Raya Natal?
Berikut sejarah pohon Natal yang telah Kompas.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (21/12/2020).
Pohon Natal modern bermula di Jerman
Pohon Natal modern yang kini dapat dilihat saat Hari Raya Natal tiba berasal dari Jerman, tepatnya barat Jerman.
Melansir Britannica, pada abad pertengahan terdapat sebuah pertunjukan teatrikal tentang Adam dan Hawa yang memiliki sebuah “pohon surga”.
Adapun, “pohon surga” merupakan pohon cemara yang digantungi buah apel sebagai melambangkan Taman Eden.
Alhasil, pada 24 Desember yang merupakan hari raya keagamaan Adam dan Hawa, warga Jerman mendirikan pohon tersebut di rumah mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/natal-ratu-elizabeth-ii-322.jpg)