Breaking News:

Tambang Ilegal Ratatotok

Cegah Menyusulnya Korban Baru, Aparat TNI-Polri dan Satpol-PP Tertibkan Tambang Ilegal Ratatotok

Satpol-PP Kabupaten Minahasa Tenggara untuk kesekian kalinya kembali menggelar penertiban lokasi Tambang Ilegal Kebun Raya Megawati Soekarnoputri

Istimewa
Aparat TNI-Pol dan satpol PP tertibkan tambang liar di area Kebun Raya Megawati Soekarnoputri 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Aparat Gabungan yang terdiri dari Anggota TNI, Aparat Kepolisian, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol- PP) Kabupaten Minahasa Tenggara untuk kesekian kalinya kembali menggelar penertiban lokasi Tambang Ilegal Kebun Raya Megawati Soekarnoputri yang berada di Desa Ratatotok, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa tenggara, Provinsi Sulawesi Utara.

Penertiban ini dilakukan mengikuti insiden yang terus memakan korban jiwa di lokasi pertambangan tersebut, yang diakibatkan oleh longsornya terowongan yang berada di dalam lokasi penambangan emas.

Mengingat juga saat ini telah memasuki musim penghujan yang bisa menambah risiko para penambang ilegal tersebut.

Penertiban lokasi tambang ilegal ini dilakukan sejak, Sabtu (19/12/2020) dan diawali dengan apel pengecekan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Minahasa Tenggara AKBP Rudy Hartono SIK.

Baca juga: Gelar Operasi Lilin Samrat 2020, Polisi Fokuskan Antisipasi Kerumunan Massa

Baca juga: Pimpin Apel Operasi Lilin 2020, Bupati Sehan: Selamat Menjalankan Tugas Tetap Patuhi Protap Covid-19

Baca juga: Wali Kota Tomohon Jimmy Eman Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Samrat 2020

Kapolres Minahasa Tenggara menyampaikan beberapa arahan di antaranya, pihak TNI- POLRI dan gabungan Satpol-PP akan melakukan penindakan terhadap para penambang yang masih melakukan aktivitas penambangan di dalam areal Kebun Raya Megawati Soekarnoputri.

"Yang akan kita tertibkan adalah lokasi area Kebun Raya, sedangkan untuk lokasi tambang yang berada di luar area Kebun Raya tidak akan ditutup, karena itu sudah menjadi perintah dari Bupati Minahasa Tenggara," ujarnya.

Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan, Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Minahasa tenggara masih tetap akan mengawasi Kebun Raya.

Baca juga: Feryando Lamaluta Laporkan Hasil Pleno KPU Sulut ke Tetty-Sehan

"Karena kebun raya ini masih menjadi tujuan wisata, penelitian dan pendidikan sehingga kita harus bersama-sama menjaga Kebun Raya Megawati Soekarnoputri ini," ucapnya.

Kapolres pun menegaskan, bahwa pihaknya akan melakukan sweping sajam terhadap para penambang, dan tidak boleh ada kekerasan, intimidasi dan premanisme di area lokasi pertambangan tersebut.

Penertiban tersebut melibatkan personel Kodim 1302/Minahasa sebanyak 20 orang yang dipimpin oleh Serka Hamsah mewakili Plh Danramil 12/Belang, Anggota Polres Mitra sebanyak 30 orang, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol- PP) Kabupaten Minahasa tenggara sebanyak 30 orang.

Baca juga: Karyawan yang Belum Dapat THR, Kadisnakertrans Minsel: Silakan Melapor

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved