Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

PSBB DKI Jakarta

Antisipasi Libur Natal dan Tahun Baru, Pemprov DKI Jakarta Perpanjang PSBB hingga 3 Januari 2021

Terkait penanganan covid-19 di DKI Jakarta. Dalam mengantisipasi hari libur natal dan tahun baru.

Editor: Glendi Manengal
(KOMPAS.COM/HANDOUT)
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait penanganan covid-19 di DKI Jakarta.

Dalam mengantisipasi hari libur natal dan tahun baru.

Pemprov DKI Jakarta kembali perpanjang PSBB hingga 3 Januari 2021.

Baca juga: Petani Boltim Mulai Kewalahan Cari Pupuk Bersubsidi, Kadis Pertanian Sebut Mulai Dibatasi Pemerintah

Baca juga: Soal Kunjungan Staf Kedubes Jerman ke Markas FPI, TB Hasanuddin: Kemenlu Harus Protes Keras

Baca juga: Jarang Bergaul & Sebelum Ada Covid Selalu Pakai Masker Ternyata 1,5 Tahun Bertetangga dengan Teroris

Kebijakan tersebut diambil sebagai antisipasi peningkatan kasus positif Corona di masa libur Natal dan tahun baru.

Selain itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta pertumbahan kasus positif Covid-18 mengalami tren meningkat dalam 4 pekan terakhir.

Peningkatan ini tercermin dari jumlah kasus positif di ibu kota sebesar 143.961 pada 6 Desember.

Namun 2 pekan setelahnya meningkat 13,3 persen menjadi 163.111 pada 20 Desember.

"Kami mencatat bahwa kenaikan persentase kasus terkonfirmasi positif signifikan mulai terjadi sejak pertengahan bulan November dan

kini stabil di angka 13 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam keterangannya, Senin (21/12/2020).

Sementara itu, rata-rata positivity rate harian per bulan di DKI Jakarta stabil di angka 9 persen selama 3 bulan terakhir, sejak Oktober-Desember.

Angka itu masih di bawah standar WHO yang menetapkan tak boleh lebih dari 5 persen.

Sedangkan nilai reproduksi efektif (Rt) atau tingkat penularan kasus antar orang berada pada skor 1,06 per 91 Desember. Idealnya nilai Rt harus berada di bawah angka 1.

Jika melihat indikator BNPB, terjadi transisi risiko dari level sedang naik ke level tinggi.

Skor pekan sebelumnya yang menunjukan 1,8975 menjadi 1,8025 di pekan ini.

Transisi risiko itu terjadi diakibatkan naiknya kasus positif dan pasien yang terkonfirmasi positif di rawat di rumah sakit.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved