Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ingat Pernah Hidup Miskin, Pria Ini Bayarkan Tunggakan Listrik 114 Rumah di Sekitarnya

Tahun ini, karena banyak keluarga kesulitan dalam perekonomian akibat Covid-19 dan badai Sally yang menerjang kota, dia menambah angka bantuannya

Editor: Finneke Wolajan
Screengrab Twitter @DanielleApoNews
Pria di Florida, Michael Esmond mendonasikan uangnya kepada 114 rumah tangga dengan membayarkan tagihan listrik mereka. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang pria melunasi tunggakan listrik para tetangganya.

Pria asal Florida, Amerika Serikat (AS) baru saja melunasi tunggakan biaya listrik 114 keluarga yang terancam menghadapi pemutusan fasilitas listrik rumah tangga.

Pria pebisnis itu bernama Michael Esmond, dia sudah membantu beberapa keluarga yang kesulitan membayar listrik sejak akhir tahun lalu, melansir CNN, Jumat (11/12/2020).

Mulanya dia membayar tagihan listrik 36 keluarga di komunitasnya di Gulf Breeze.

Tahun ini, karena banyak keluarga kesulitan dalam perekonomian akibat Covid-19 dan badai Sally yang menerjang kota, dia menambah angka bantuannya.

"Tahun ini lebih berarti bagi saya dibanding tahun lalu karena pandemi dan semua orang kehilangan pekerjaan mereka serta harus tinggal di rumah," ujar Esmond dikutip CNN.

"Badai Sally menghantam kami dan melukai banyak orang. Kami masih memiliki banyak tenda biru di sini, yang hanya ditutupi terpal."

Total sumbangan Esmond dari tahun lalu sampai sekarang sebesar 7.615 dollar AS (Rp102 juta).

Sebanyak 4.600 dollar AS untuk membayar tagihan listrik 114 keluarga yang telah jatuh tempo, berdasarkan keterangan Joanne Oliver seorang pengawas penagihan fasilitas kota.

Informasi bahwa tagihan itu sudah dibayarkan akan dikirim pada pekan ini, kata Oliver.

Menurut Esmond, banyak orang tidak bisa membayar tagihan listrik sangat mengganggunya.

"Sangat berdampak bagi saya, bahwa orang-orang tidak bisa membayar tagihan rumah tangga mereka.

Untuk itulah saya membantu 114 keluarga itu."

Kemurahan hati Esmond muncul karena dia juga pernah mengalami nasib serupa pada era 1980-an ketika fasilitas gas di rumahnya dicabut karena tak mampu membayar tagihan.

"Saya pernah sedih seperti orang-orang hari ini, di mana saya sulit membayar tagihan di saat membesarkan tiga anak perempuan," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved