Penanganan Covid
Petugas Kesehatan Bingung Rumah Sakit Penuh, Pasutri Reaktif Terpaksa Dirawat di Puskesmas
Pasalnya, saat akan dirujuk ke RSU SMC Singaparna ternyata ruang isolasi sudah penuh.
TRIBUNMANADO.CO.ID, TASIKMALAYA - Pihak Puskesmas Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat, kebingungan karena ada
pasangan suami istri penyandang tunanetra yang reaktif dari hasil rapid test masih berada di UGD puskesmas.
Pasalnya, saat akan dirujuk ke RSU SMC Singaparna ternyata ruang isolasi sudah penuh.
BERITA PILIHAN EDITOR :
Baca juga: Soal Tes Swab Rizieq Shihab, Satgas Covid-19 Bogor Laporkan Direktur RS Ummi ke Polisi
Baca juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun Dokter Umum di RSUD RA Kartini Jepara Meninggal Berstatus Covid-19
Baca juga: Buaya Gagalkan Niat Bunuh Diri Seorang Wanita, Saat Mau Lompat Tiba-tiba Muncul ini
TONTON JUGA :
Keduanya kini masih berada di ruang UGD Puskesmas.
"Kami kebingungan. Untuk sementara kedua pasangan suami istri ini masih berada
di ruang UGD," kata Kepala UPT Puskesmas DTP Ciawi, Asep Rudi, Sabtu (28/11/2020).
Asep menyebutkan, jika pasien menjalani isolasi mandiri sudah tentu harus ada
pengawasan yang ketat.
Sementara petugas puskesmas terbatas.
"Mau dirujuk ke Wisma Haji pun tidak bisa karena harus ada hasil swab test," ujar Asep, seraya