Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

FPI Temui Pangdam Jaya

FPI Silaturahmi ke Pangdam Jaya, Minta Maaf Terjadi Kerumunan, Siap Turunkan Baliho Rizieq

Sikap tegas dan keras Pangdam Jaya Mayjen TNI, Dudung Abdurachman yang mendapat dukungan seluruh rakyat melalui komentar-komentar

Editor: Aswin_Lumintang
Youtube Kompas TV
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memberi peringatan kepada FPI agar jangan merasa mewakili umat Islam, Kamis (19/11/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA -  Sikap tegas dan keras Pangdam Jaya Mayjen TNI, Dudung Abdurachman yang mendapat dukungan seluruh rakyat melalui komentar-komentar dukungan di sosial media membuat Front Pembela Islam (FPI) mengubah manuver dengan menemui sang jenderal.

Front Pembela Islam (FPI) pun memilih bertemu dengan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Prajurit TNI menertibkan spanduk tidak berizin saat patroli keamanan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.
Prajurit TNI menertibkan spanduk tidak berizin saat patroli keamanan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Mengenai hal ini, Wakil Sekretaris Aziz Yanuar angkat bicara.

Ia membenarkan terkait informasi pertemuan tersebut.

Menurutnya, pertemuan itu dilakukan perwakilannya di Kodam Jaya, Jakarta Timur pada Rabu (18/11/2020) lalu.

Pertemuan itu, lanjut Aziz, merupakan bentuk silaturahmi FPI dengan Kodam Jaya.

Selain itu, pihaknya juga membahas persoalan setelah kepulangan pimpinan FPI Rizieq Shihab.

Termasuk perihal keberadaan baliho bergambar Rizieq yang terpasang di beberapa titik kawasan Jakarta dan sekitarnya.

Baca juga: Kecelakaan Pagi Tadi, Siti Nurjayanti Disambar Kereta Api Saat Beli Sayuran, Sempat Kejang-kejang

Baca juga: Mila Kaget Tagihan Listrik Rp 44 Juta, Biasa 200 Per Bulan, PLN Akui Petugas Catat Meter Salah

 

Seperti diketahui, Pangdam Jaya sempat berkomentar mengenai pemasangan spanduk tersebut.

Saat membahas hal tersebut, FPI diminta untuk mentertibkan spanduk Rizieq yang dinilai tidak memiliki izin.

"Soal baliho dibahas namun itu kewenangan dari Pemprov DKI."

"FPI akan bantu Pemprov untuk tertibkan, dengan syarat baliho lain juga dicopot yang tidak berijin," kata Aziz saat dihubungi Kamis (26/11/2020).

Aziz menegaskan, keberadaan sejumlah baliho bergambar Rizieq yang terpasang itu bukan merupakan permintaan FPI.

Namun, itu merupakan inisiatif dari masyarakat di berbagai daerah, termasuk DKI Jakarta.

"Inisiatif masyarakat, umat islam, dan majelis-majelis taklim," tutup dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved